Kakek 61 Tahun Kirim Surat Cinta ke Bocah SD, Panggil Gadis Manisku hingga Katakan Sedang Rindu

Seorang kakek 61 tahun mengirim surat cinta ke bocah SD. Si kakek punya panggilan khusus "gadis manisku" hingga katakan sedang rindu pada korban.

Kakek 61 Tahun Kirim Surat Cinta ke Bocah SD, Panggil Gadis Manisku hingga Katakan Sedang Rindu
Kolase Tribunnews Bogor, foto Tribun Jakarta/ilustrasi Tribun Lampung
Seorang kakek 61 tahun mengirim surat cinta ke bocah SD. Si kakek punya panggilan khusus "gadis manisku" hingga katakan sedang rindu pada korban. 

Surat tersebut ditulis oleh AR sepanjang dua lembar kertas.

Sukin ketua RT tempat korban pencabulan tinggal di Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi saat menunjukan surat cinta yang dibuat pelaku untuk korban.
Sukin ketua RT tempat korban pencabulan tinggal di Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi saat menunjukan surat cinta yang dibuat pelaku untuk korban. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

AR juga curhat soal bantahan pencabulan yang dikatakan ibu korban kepadanya.

"Ibumu telah mencacimaki aku habis-habisan di rumah atas sesuatu yang tidak aku lakukan padamu," tulisnya.

Baca: 3 Pelaku Pembunuhan Gadis Berumur 13 Tahun Ini Perkosa Mayat Korban Secara Bergantian

3. Diduga pernah lakukan pencabulan

AR diduga pernah melakukan pencabulan kepada FS.

Orang tua FS, FW menceritakan, anaknya mengadu kepadanya perihal kelakuan si kakek.

Kejadian pertama dilakukan oleh AR pada bulan Maret.

AR lalu mengulangi perbuatannya pada bulan Agustus.

"Pertama bulan Maret, terus yang kedua Agustus sebelum Iduladha, dia cerita katanya di anuin orang. kata syaa "diapain?" "sama siapa?" katanya "aki-aki" saya langsung disitu udah kesal," kata FW, pada Senin (16/9/2019) dikutip dari Tribun Jakarta.

FW lalu melabrak pelaku namun pelaku selalu berbelit tak mengakui.

Hingga akhirnya surat-surat tersebut ditemukan.

Senada dengan orang tua FS, Ketua RT setempat, Sukin, juga mengatakan bahwa AR mulai berbuat asusila pada Maret 2019.

Diceritakan Sukin, korban dan tiga temannya saat itu tengah bermain di dekat kontrakan AR.

AR lalu mengiming-ngimingi sesuatu kepada bocah tersebut.

"Jadi anak-anak sering main di TKP. Posisi kontrakan pelaku ini dekat situ."

"Ketika main suka didekati," katanya dikutip dari Tribun Jakarta.

Pada bulan Agustus saat AR berusaha mengulangi pebuatannya, FS lalu mengadu kepada orang tuanya.

Setelah mendesak pelaku dan akhirnya mengaku, keluarga langsung membuat laporan polisi.

4. Pelaku sudah beristri

Sukin menjelaskan bawah AR merupakan warga baru di lingkungannya.

"Belum ada setahun tinggal di sini, dia ngontrak di deket TKP (tempat kejadian perkara), asal Makassar kalau enggak salah," katanya, dikutip dari Tribun Jakarta.

AR tinggal di kontrakan bersama istrinya yang juga sudah lanjut usia.

Terduga pelaku pencabulan juga jarang membaur dengan warga sekitar.

Ia kerap berada di kontrakan bersama sang istri.

Sementara itu, Sukin juga tak mengetaui soal anak-anak pelaku, serta pekerjaannya.

"Jarang sosialisasi, tinggal berdua saja sama istrinya, anak-anak enggak tinggal disini udah pada berkeluarga kayanya," jelas dia.

Sukin tidak tahu secara detail pekerjaan Kakek Alfa.

Namun yang jelas selama tinggal di Bekasi dia tidak pernah pergi keluar beraktivitas laiknya orang bekerja.

"Kurang tahu apa pensiunan atau ditanggung anak-anaknya, yang pasti emang seperti itu aja lebih sering di dalam rumah," tambahnya.

Baca: Pembunuhan 2 Balita Oleh Ibu Kandung di Kupang Dipicu Dendam Terhadap Suami, Ini Kronologinya

5. Korban dibawa ke psikiater

Orang tua FS, FW, mengatakan jika anaknya mengalami trauma mendalam atas kejadian tersebut.

FS bahkan juga dikabarkan takut untuk keluar rumah.

Bocah 12 tahun tersebut hanya berani keluar rumah untuk sekolah.

Namun, saat ini, ternyata teman-teman FS sudah mendengar hal yang menimpanya hingga membuat FS minder.

"Di sekolah ya kaya gitu, suka ngedrop karena temen-temennya banyak yang tahu juga," katanya, Senin (16/9/2019) dikutip dari Tribun Jakarta.

Sejak dua minggu setelah kejadian, FW langsung membawa anaknya ke psikiater.

"Waktu kejadian itu selama dua minggu udah ke psikiater, tadi juga dia minta lagi sudah kontak sama orang KPAD,"

Sebelum pelaku ditangkap pada Kamis (12/9/2019), warga sekitar yang kerap ramai-ramai mendatangi kontrakan pelaku.

Warga yang tersulit emosi hampir menghakimi terduga pelaku cabul tersebut.

Sementara itu, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana juga membenarkan informasi tersebut.

"Pelaku sudah kita amankan, tapi detailnya saya tunggu laporan lagi nanti rencana kita akan ekspose," katanya, Senin (16/9/2019).

(Tribunnews.com/ Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar,Rr Dewi Kartika H, Tribunnews Bogor, Damanhuri)

Penulis: Miftah Salis
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved