Breaking News:

Motif Penyekapan MS: Selewengkan Uang Kantor Rp 21 Juta

Kejadian bermula ketika MS bertemu AP di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada tanggal 7 Januari 2020.

TribunJakarta.com/Bima Putra
Jajaran Polda Metro Jaya saat menggerebek rumah sekaligus kantor yang digunakan untuk menyekap korban di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020) 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan motif A, manajer perusahaan PT OHS, melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap karyawannya, yakni MS.

Kejadian bermula ketika MS bertemu AP di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada tanggal 7 Januari 2020.

Pertemuan keduanya bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan kantor, yakni penyelewengan uang sebesar Rp 21 juta yang dilakukan MS.

Namun, ketika bertemu MS, AP justru memukul dan menyundut korban dengan rokok.

Baca: Manajer PT OHS yang Sekap Korban Menyerahkan Diri dan Langsung Dipenjara

Setelah itu, AP, yang terlebih dulu diamankan polisi, membawa MS ke kantor PT OHP di Pulo Mas, Jakarta Timur, atas perintah A yang juga pemilik PT OHP.

"Pada saat di perjalanan ke PT OHP korban sudah memohon kepada AP untuk pulang namun tidak diperbolehkan karena korban ini menyelewengkan uang perusahan sekitar 21 juta lebih," kata Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).

Baca: 3 Orang Pelaku Penyekapan di Sebuah Kantor Ditangkap Polisi, Pelaku Disekap Seminggu

Pada tanggal 13 Januari 2020 korban diminta membuat surat pernyataan oleh Andre.

Dalam surat pernyataan itu, MS diminta oleh Manajer Andre untuk menyetujui surat pernyataan yang berisi persetujuan pemberian gaji Istri MS untuk Andre.

"Istri ini juga sebagai karyawan diperusahaan itu," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved