Demo Tolak RUU KUHP dan KPK

Lutfi Alfiandi si Pembawa Bendera yang Viral Bebas Hari Ini, Begini Ungkapan Bahagia sang Ibunda

Lutfi Alfiandi pemuda pembawa bendera merah putih ditengah aksi demo tolak RUU KPK, bebas per hari ini Kamis (30/1/2020), berikut perasaan sang ibunda

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa pengunjukrasa pada aksi pelajar Dede Lutfi Alfiandi bersiap menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (30/1/2020). Lutfi divonis 4 bulan penjara karena terbukti melakukan tindak pidana melawan aparat saat melakukan aksi demonstrasi tolak RUU KPK dan RKUHP. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Merespon tuntutan tersebut Lutfi sempat meminta dibebaskan karena merasa tidak bersalah.

Lutfi Sempat Mengaku Mendapat Kekerasan hingga Disetrum Saat Pemeriksaan

s
Lutfi Alfiandi (YouTube Najwa Shihab)

Lutfi Alfiandi bercerita terkait kronologi kejadian yang dia alami, mulai dari penangkapannya hingga perlakuakan kekerasan yang diterimanya saat melakukan proses pemeriksaan di kantor polisi.

Penjelasannya ini ia ungkapkan dalam sebuah video yang kemudian diputar di program Mata Najwa, Trans 7, pada Selasa (22/1/2020) malam.

Luthfi mengaku saat diperjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba pria berpakaian preman menangkapnya.

"Pada saat mau masuki Adzan maghrib saya pulang dan saat itu sedang dibonceng sama teman saya," kata Lutfi.

"Pada saat saya mainan HP begini, tiba-tiba langsung di-bekep sama petugas berpakaian preman gitu, langsung dibawa ke dalem," imbuhnya.

Lutfi mengaku tidak diberikan penjelasan terkait penangkapan dirinya.

Ke esokan harinya ia pun menjalani proses pemeriksaan.

"Pada saat saya di BAP ini kan saya enggak di-dampingin," ujarnya.

"Jadi semua yang diamankan itu enggak didampingi oleh kuasa hukum," jelanya.

Lutfi kemudian mengatakan dirinya sempat mendapatkan pukulan dari oknum polisi di badan dan bagian mukanya.

"Jadi saya di-hadapin ke tembok, saya disuruh jongkok terus saya dipukul," imbuhnya

Tidak berhenti samapai disitu, menurut penuturannya, kepalanya sempat diikat dengan plastik untuk beberapa saat.

Lutfi kemudian dibawa ke sebuah ruangan dan dipaksa untuk mengaku telah melempari petugas saat demo.

"Habis itu mereka bawa saya ke dalam ruangan, di dalam ruangan itu ada ruangan lagi," kata Lutfi.

"Saya dibawa ke ruangan itu, ditutup mata saya diikat pakai kain." imbuhnya.

Kuping kanan dan kiri Lutfi dijepit dan ia pun disuruh jongkok.

"Nah pada saat itu saya ditanya lagi lempar berapa kali," jelas Lutfi.

Namun, Lutfi yang merasa tidak melakukan aksi pelemparan pun membantah pertanyaan oknum polisi tersebut.

Tiba-tiba ia mendapat setruman dari aparat tersebut.

Luthfi mengaku mendapat setruman sekira setengah jaman.

"Pokoknya pertanyaan (kamu lempar berapa kali) itu yang terus mereka tanyakan kepada saya," kata Lutfi.

Namun, karena kepala sudah merasa pusing dan badannya lemas, dengan terpaksa Luthfi mengakui hal yang tidak dia lakukan.

(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma, Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi)

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved