Breaking News:

Virus Corona

Dihadiri WNI Positif Corona, Kemenkes Duga Acara Dansa di Kemang Ada 50 Orang dari Sejumlah Negara

Kemenkes menduga, ada sekira 50 orang yang berdansa, saat WNI positif virus corona berdansa dengan warga Jepang 14 Februari 2020 lalu.

Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto buka suara soal dua WNI yang positif terkena virus corona.

Achmad menduga, ada sekira 50 orang yang menghadiri acara dengan WNI tersebut, di antaranya warga Jepang, pada 14 Februari 2020 lalu.

Ia menduga, mereka tak hanya berasal dari Indonesia, melainkan juga warga negara asing.

Satu di antara korban yang berusia 31 tahun itu kemudian mengalami batuk dan panas dua hari setelah dansa.

"Setelah selesai dansa kurang lebih 50 orang, dan itu multinasional, maka tanggal 16 si wanita mengeluh batuk dan agak panas, kemudian berobat ke dokter," kata Yuri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020), dikutip dari Kompas.com.

Saat dirawat, awalnya pasien tak terdeteksi terjangkit virus corona, dan diperbolehkan untuk pulang.

Baca: Cerita Ketua RT di Sukmajaya Depok saat Telepon 2 Warganya yang Positif Virus Corona

Baca: Virus Corona Masuk Indonesia, Warga Borong Hand Sanitizer hingga Masker Juga Langka di Bandung

Namun, kondisi perempuan itu tak kunjung membaik, dan ibu yang merawatnya ikut tertular sakit.

"Maka dua-duanya memutuskan minta dirawat di RS. Tanggal 27 Februari ibu dan anak dirawat di RS," jelas Yuri.

Yuri memastikan, Kemenkes berupaya untuk melakukan tracking kepada semua orang yang ikut berdansa pada hari Valentine itu.

"Kami tracking kelompok dansanya karena nationality-nya banyak warga beberapa negara, sedang kita tracking dengan pemeriksaan lebih lanjut," imbuh Yuri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020).
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (10/2/2020). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)
Halaman
1234
Penulis: Nuryanti
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved