Virus Corona

Kegiatan Keramaian di Tangsel Masih Diberi Izin Pemprov, Tapi Ada Syaratnya

Jika memang harus ada, Airin menegaskan, pihak penyelenggara harus mematuhi protokol Covid-19

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany di Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (3/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATANPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), masih mengizinkan kegiatan keramaian di wilayahnya.

Namun, Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany menyarankan agar masyarakat yang mau mengajukan izin keramaian, ditunda sampai wabah virus corona atau Covid-19 mereda.

Jika memang harus ada, Airin menegaskan, pihak penyelenggara harus mematuhi protokol Covid-19 yang dikeluarkan oleb pemerintah pusat.

"Tapi kalau memang ada, ikuti protokol Covid-19. Kan jelas ya ada tuh, kalau misalnya kegiatan apa, harus a, b, c, d. Kalau mampu menjalankan, lakukan, kalau tidak ya jangan," ujarnya.

Airin mempertimbangkan risiko besar dari kerumunan massa. Seperti diketahui, penyebaran virus corona rentan di keramaian karena menyebar melalui cairan batuk dan bersin secara langsung ataupun setelah menempel ke tangan.

"Karena risikonya besar. Kita sih mengimbau sebaiknya ditunda saja dulu. Bukan ditiadakan, tapi ditunda dulu," ujarnya.

Tangsel sendiri memiliki hajat besar pada Juni mendatang, yakni Munas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan City Expo yang diperkirakan akan mendatangkan pengunjung sebanyak 7.000 orang dari luar kota.

Airin hanya bisa berharap wabah corona bisa segera teratasi dan tak berlarut-larut sampai bulan Juni.

"Apeksi kan masih bulan Juni. Ya kita berharap ujiannya sudah selesai ya, jangan terlalu lama musibah Covid-19 ini," ujarnya.

Diunduh dari ksp.go.id, berikut protokol resmi pemerintah untuk penyelenggaraan acara berskala besar:

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved