Breaking News:

Virus Corona

Cerita Pilu Chef di Bekasi yang Dirumahkan Tanpa Upah, Terpaksa Jual Ayam dan Bakso Geprek

Gara-gara pandemi virus corona atau Covid-19, Guntur terpaksa tak bekerja alias dirumahkan oleh tempat di mana dia bekerja

Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Guntur Saputro (27), pekerja di salah satu mal di Kota Bekasi yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19, saat ditemui di kediamannya di kawasan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Minggu (19/4/2020) 

Jika kondisinya seperti ini, tidak tepat jika menggunakan istilah dirumahkan, melainkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Saya tanya begitu, kantor bilang iya bisa dibilang PHK sementara."

"Tapi enggak bisa seperti itu, harus dipikirkan nasib kita," ucap Guntur.

Atas kondisi yang ia rasakan, Guntur tak tahu harus berharap kepada siapa lagi kecuali kepada Sang Pencipta.

Bantuan yang katanya bakal diberikan pemerintah juga tak bisa diandalkan.

Sebab, ia masih ber-KTP tempat tinggalnya dahulu sebelum menikah.

Saat menikah ia mengontrak di kawasan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Yang dipikirkan oleh Guntur tiap harinya ialah, bagaimana istri dan anaknya tercinta yang masih usia tiga bulan bisa tetap makan.

Satu dua minggu awal, ia masih bisa bertahan hidup dengan mengandalkan uang tabungannya.

Tapi lama kelamaan, uang tabungannya itu sudah habis terpakai, apalagi juga untuk membayar kontrakan awal April.

Sebagai kepala keluarga dan tak ingin istri serta anaknya kelaparan, Guntur berinisiatif memanfaatkan keahliannya untuk berjualan.

Ia yang memiliki keahlian memasak, memutuskan untuk berjualan ayam geprek dan bakso geprek dengan modal seadanya.

Dirinya memasarkan ke teman-temannya serta keluarganya melalui grup WhatsApp.

"Manfaatkan skill saya, dagang kecil-kecilan ke teman-teman, keluarga online pakai WhatsApp. Jual ayam geprek dan bakso geprek," beber Guntur.

Dengan modal yang seadanya itu, tentunya hanya bisa berjualan beberapa porsi saja.

Dan, penghasilannya pun sangat jauh berbeda dari gaji yang didapat saat bekerja di kafe.

"Ya muter aja, dibatasi, ada 10 porsi kita garap."

"Yang penting buat makan aja, bertahan hidup aja."

"Makanya ini saya bingung bayar kontrakan bulan depan (Mei)," tutur Guntur.

Ia bersyukur memiliki pendamping hidup yang sabar dan selalu memberikan semangat meski dalam kondisi sulit.

Dirinya juga bersyukur ASI istrinya lancar sehingga anak yang baru usia tiga bulan itu menyusui menggunakan ASI dan tidak susu formula.

Tahun 2020 ini menjadi tahun terberat dengan cobaan yang dirasakan keluarga kecilnya.

Apalagi, tiga hari ke depan sudah memasuki bulan puasa, lalu Hari Raya Idul Fitri.

Guntur hanya berharap agar pandemi Virus Corona ini segera berakhir.

Sebab, jika ini berkepanjangan, ia tak tahu nasibnya seperti apa ke depan.

Baca: DPR Minta Luhut Tindaklanjuti Pelarangan Mudik, Setop Pengoperasian Transportasi Umum

"Ini aja baru tiga minguan begini, di Cina baru selesai reda 4 bulanan."

"Semoga aja di Indonesia bisa lebih cepat, sudah benar-benar bingung," cetus Guntur.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: Kisah Pilu Chef Kafe di Mal Tersohor di Bekasi Kena PHK, Jualan Ayam Geprek Demi Bertahan Hidup

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved