Minggu, 31 Agustus 2025

Anggota PSI Kritik Pemprov DKI yang Tak Tindak Tegas Tempat Hiburan Langgar PSBB

Padahal diskotek tersebut dianggap melanggar pembatasan sosial berskala besar sekaligus terindikasi melakukan

Editor: Hendra Gunawan
Wartakota/Angga Bhagya Nugraha
Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B, Eneng Maliyanasari dari FPSI 

Disekap Tujuh Jam

Penggerebekan yang dilakukan Satpol PP Jakarta Barat dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta di Diskotek Top One pada Jumat (3/7/2020) berlangsung dramatis.

Tidak hanya berhasil membuktikan pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), petugas juga menyelamatkan ratusan pengunjung yang kedapatan disekap pihak pengelola Top One.

Hal tersebut diutarakan Wanda, salah satu pengunjung Top One yang berhasil lolos dari penyekapan.

Warga Bintaro, Pesanggrahan itu mengaku putus asa lantaran selama lebih dari tujuh jam, tepatnya sejak pukul 03.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB harus berdiam diri di dalam gedung Top One.

Wanda bersama ratusan pengunjung Top One lainnya tidak diperbolehkan meninggalkan gedung karena pihak pengelola Top One melarang.

Pihak pengelola menyebut ada razia yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) ketika dirinya tengah berpesta.

"Jadi dibilang (pengelola Top One) ada razia BNN, kita semua dikumpulin di tangga darurat, lampu-AC semua dimatiin, gelap gulita," ungkap Wanda dihubungi pada Senin (6/7/2020).

Keluhan panas dan pengap yang dilontarkan katanya dimentahkan pihak pengelola.

Mereka bersikukuh untuk mengunci mereka di tangga darurat hingga matahari terbit.

Wanda mengaku tidak berdaya atas kejadian tersebut, terlebih seluruh ponsel milik pengunjung katanya disita oleh pihak keamanan Top One.

"Sebelum HP (ponsel) disita itu saya masih sempat minta grab (taksi online) jemput, soalnya dibilang (pengelola) jam enam bisa keluar. Tapi sampai pagi kita masih dikunciin juga," kenangnya.

Dirinya mengaku bisa bernafas lega setelah sejumlah petugas keamanan Top One meminta para pengunjung untuk berpindah tempat menuju roof top atau lantai paling atas.

Wanda mengaku gembira karena area cukup luas menampung ratusan pengunjung Top One ketika itu.

"Kita dipindah ke atas, ruangan belum jadi sama roof top, di situ lega, tapi masih belum boleh keluar karena masih ada BNN," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan