Breaking News:

MRT Jakarta Terus Pastikan Kesiapan Hadapi Banjir dan Cuaca Ekstrim di DKI

PT MRT Jakarta melakukan sejumlah kesiapan selama musim hujan dan cuaca ekstrim di antaranya memasang sistem peringatan dini di Kali Krukut.

Tribunnews/JEPRIMA
Aktivitas Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta saat akan berhenti di stasiun Blok M, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan selang waktu keberangkatan antar kereta menjadi 30 menit sekali mulai Senin, 20 April 2020. Hal itu sebagai bagian dari dukungan penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Selain itu, tiga stasiun tidak akan beroperasi melayani penumpang diantaranya yaitu Stasiun Haji Nawi, Blok A, dan ASEAN. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT MRT Jakarta terus melakukan kesiapan selama musim hujan dan cuaca ekstrim.

Komisaris Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Syaugi menjelaskan pihaknya telah memasang sistem peringatan dini di Kali Krukut.

Sistem ini nantinya dimonitar lewat Pusat Kendali Operasi (OCC) MRT Jakarta. 

"Kita harus tetap menjaga operasional MRT Jakarta tetap aman dari banjir," kata Syaugi dalam keterangannya, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Pengawasan Lemah, Ketua DPRD DKI Sebut Lingkungan MRT Jakarta Rawan Sabotase

Pihak MRT Jakarta juga menyiapkan flood barier pada setiap area entrance untuk mengantisipasi bila terjadi banjir.

Drainase di sekitar stasiun juga rutin dibersihkan.

Selain itu, turut disiagakan perangkat mitigasi seperti pompa air di dalam stasiun, saluran tali air atau water trap  cross draignase, hingga penggunaan pompa jenis submersible pump dan membuat tujuh sumur resapan di Stasiun Setiabudi.

Kata dia, setiap stasiun bawah tanah dilengkapi dengan pompa air.

Sejumlah sensor level air juga ditempatkan di Kali Krukut dan terhubungkan dengan Pusat Kendali Operasi (OCC).

Aktivitas Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta saat akan berhenti di stasiun Blok M, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan selang waktu keberangkatan antar kereta menjadi 30 menit sekali mulai Senin, 20 April 2020. Hal itu sebagai bagian dari dukungan penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Selain itu, tiga stasiun tidak akan beroperasi melayani penumpang diantaranya yaitu Stasiun Haji Nawi, Blok A, dan ASEAN. Tribunnews/Jeprima
Aktivitas Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta saat akan berhenti di stasiun Blok M, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) menerapkan selang waktu keberangkatan antar kereta menjadi 30 menit sekali mulai Senin, 20 April 2020. Hal itu sebagai bagian dari dukungan penerapan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Selain itu, tiga stasiun tidak akan beroperasi melayani penumpang diantaranya yaitu Stasiun Haji Nawi, Blok A, dan ASEAN. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Selain kesiapan peralatan dan infrastruktur, setiap personel MRT Jakarta terkait seperti di stasiun, telah mendapatkan pelatihan dan melaksanakan simulasi rutin terkait evakuasi bencana, termasuk banjir, terutama saat kejadian bencana terjadi pada jam operasional MRT Jakarta.

"Kita semakin yakin bahwa pengoperasian MRT Jakarta tetap aman meskipun dalam kondisi cuaca hujan. Masyarakat tidak perlu ragu karena sudah kita cek dan kami pastikan seluruh pemeliharaan infrastruktur dilakukan secara rutin demi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa MRT Jakarta," pungkas Syaugi.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved