Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Bukan Cuma di Darat, Pemudik Naik Kapal Nelayan Juga Diminta Putar Balik, Bahkan Ada yang Coba Kabur

Pemudik yang menumpang perahu nelayan pulang kampung ke Karawang dan Subang ketawan petugas di perairan Teluk Jakarta, mereka dipaksa putar balik.

Istimewa
Patroli Terpadu Kemenhub Gagalkan Masyarakat Jakarta yang Nekat Mudik Via Laut. 

Jumlah pemudik turun

Hari ketiga larangan mudik Lebaran 2021, volume kendaraan menurun, pada Minggu (9/5/2021).

Soal volume kendaraan menurun di hari ketiga larangan mudik, dibenarkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat (dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi.

Berdasarkan data yang dari empat gerbang tol arah keluar Jakarta, kata Budi Setiyadi, ditemukan ada penurunan volume kendaraan di hari ketiga larangan mudik.

Dijelaskannya, di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama 1, GT Kalihurip Utama 1, GT Cikupa, dan GT Ciawi terdapat penurunan sebesar 44,71 persen.

"Total kendaraan yang melintas pada keempat Gerbang Tol tersebut arah keluar Jakarta pada 8 Mei sebanyak 87.275 unit kendaraan," ucap Budi Setiyadi dalam keterangannya.

Sementara volume kendaraan dari arah masuk Jakarta pada 7 Mei lalu, terdapat penurunan volume sebesar 35,09 persen atau sebanyak 84.638 kendaraan yang melintas.

Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Selain itu pada jalur lintas penyeberangan Merak-Bakauheni juga tercatat terjadi penurunan sebanyak 54 persen untuk kategori R4 campur, dan penurunan penumpang sebesar 80 persen.

"Penurunan volume kendaraan ini juga disebabkan karena sebagian masyarakat telah melakukan mudik sebelum periode larangan."

"Oleh karena itu, untuk mencegah adanya pemudik yang nekat melintas, pihaknya akan terus berjaga hingga periode larangan berakhir dan memperketat pengawasan," ujar Budi Setiyadi.

Ia juga mengungkapkan, akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap masyarakat yang terindikasi akan mudik.

Yaitu salah satunya dengan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perjalanan atau surat izin yang dibawa.

Putar Balik

Jelang Hari Raya Idulfitri, masih banyak warga tetap nekat lakukan perjalanan mudik Lebaran.

Padahal, pemerintah telah membuat kebijakan, yakni kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 di masa pandemi Covid-19.

Walau warga paksakan diri melakukan perjalanan mudik Lebaran, petugas di pos penyekatan meminta pemudik putar balik.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi.

Budi Setiyadi menegaskan, jika ditemukan adanya masyarakat yang terindikasi mudik akan diminta putar balik.

Ia membenarkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri masih banyak warga yang memaksakan diri mudik ke kampung halaman mereka.

Kebanyakan dari mereka menggunakan pola perjalanan pada malam hari.

"Kami tentunya akan meminta masyarakat yang terindikasi mudik ini putar balik."

"Saat bertemu checkpoint pasti diminta putar balik yang terindikasi akan mudik," ucap Budi saat dikonfirmasi, Minggu (9/5/2021).

Dirjen Hubdat Kemenhub Budi Setiyadi
Dirjen Hubdat Kemenhub Budi Setiyadi (TRIBUNNEWS/HARI DARMAWAN)

Ia menjelaskan untuk melakukan sortir terhadap masyarakat yang terindikasi mudik dengan melihat barang atau muatan yang dibawa.

"Atau melakukan pemeriksaan kendaraan plat hitam yang kartu identitasnya berbeda itu pasti akan melakukan mudik, dan travel gelap," ujar Budi.

Kemudian untuk kendaran sepeda motor, ujar Budi, untuk yang berplat nomor B atau T biasanya mereka ini baru selesai bekerja, jadi saat bertemu checkpoint akan diloloskan.

"Tetapi untuk plat G atau R atau yang terlihat membawa barang seperti ransel besar, itu kami akan minta untuk putar balik ke wilayah asal," ucap Budi.

29.339 Kendaraan Putar Balik

Periode larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021, sudah memasuki hari ketiga dalam penerapannya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, jumlah kendaraan yang diminta putar balik mencapai 29.339 unit dari data di lapangan.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi sebut dari 29.339 unit kendaraan dari laporan korlantas Polri diantaranya ada 2.932 mobil angkutan penumpang diminta untuk putar balik.

Sementara untuk mobil pribadi sebanyak 16.063 unit.

"Kemudian 8.447 unit sepeda motor dan 1.737 unit angkutan barang diminta untuk putar balik ke wilayah asal, saat bertemu dengan titik penyekatan," ucap Budi saat dikonfirmasi, Minggu (9/5/2021).

Petugas melakukan penyekatan arus mudik di Gerbang Tol Pejagan, di ruas Tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (7/5/2021) malam. Pada hari kedua pemberlakuan larangan mudik Lebaran, petugas gabungan melakukan penjagaan di sejumlah titik yang menjadi penghubung Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas melakukan penyekatan arus mudik di Gerbang Tol Pejagan, di ruas Tol Pejagan-Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (7/5/2021) malam. Pada hari kedua pemberlakuan larangan mudik Lebaran, petugas gabungan melakukan penjagaan di sejumlah titik yang menjadi penghubung Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Budi juga menjelaskan, total kendaraan yang diminta untuk melakukan putar balik ada di titik penyekatan KM 31 dan perbatasan Bekasi hingga Karawang.

"Banyaknya jumlah pengendara ini, karena banyak pola yang bekerja di Karawang tapi bekerja di Jakarta dan mereka melakukan perjalanan pulang," ujar Budi.

Selain itu Ia juga mengungkapkan, untuk melakukan sortir terhadap masyarakat yang terindikasi mudik dapat dilihat dari kasat mata.

"Misalnya mobil pribadi yang membawa barang muatan, atau kendaraan mini bus plat hitam dengan kartu identitas berbeda itu pasti terindikasi mudik dan travel gelap," ucap Budi. (tribun network/thf/Wartakotalive.com)

Penulis: Theresia Felisiani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved