Kasus Bahar Bin Smith

Polisi Diminta Usut Tuntas Kasus Teror Kepala Anjing yang Dikirim ke Ponpes Milik Bahar Bin Smith

Aziz menduga kejadian ini dilakukan oleh pihak yang turut terlibat dalam aksi penembakan yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI pada Desember 2020.

Rizki Sandi Saputra/ tangkapan layar
Habib Bahar Bin Smith dalam video yang beredar dari unggahan akun @tukangrosok viral di Linimasa Twitter, Minggu (19/12/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota kuasa hukum Bahar Bin Smith, Aziz Yanuar meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tindakan dugaan teror dengan modus mengirimkan tiga potong kepala anjing dan dus berisi balok kayu.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar Bin Smith pada Jumat (31/12/2021) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

"Bahwa kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan teror pengecut oleh 'teroris asli' pembenci kebenaran yang dilakukan di kediaman HBS (Habib Bahar Smith) di Ponpes Tajul Alawiyyin," kata Aziz dalam keterangannya, Minggu (2/1/2022).

Aziz menduga kejadian ini dilakukan oleh pihak yang turut terlibat dalam aksi penembakan yang menewaskan 6 anggota eks Laskar Front Pembela Islam (FPI) di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek pada Desember 2020 silam.

Kata dia, aksi tersebut merupakan bentuk ancaman yang sekaligus menebar ketakutan sehingga patut disebut kegiatan teror.

Pihak kepolisian menurutnya perlu mengusut tuntas kejadian ini.

"Mereka lah teroris dalam arti sesungguhnya, modus operandinya jelas yakni menebar ketakutan dan meneror siapapun yang tidak mendukung sesembahan mereka," ujarnya.

Sebelumnya, Aksi dugaan teror dengan modus pengiriman tiga kepala anjing dan bungkusan berisi balok terjadi di Pesantren Tajul Alawiyyin, Kemang, Bogor milik Habib Bahar Smith.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/12/2021) dini hari sekitar pukul 3 pagi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved