Breaking News:

Rudolf Sempat Iba Sebelum Membunuh Icha di Apartemen Pramuka

Proses rekonstruksi  memperagakan sekitar  61 adegan yang dilakukan oleh Rudolf di berbagai ruangan di apartemen tersebut.

Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
Polisi melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan yang dilakukan Christian Rudolf Tobing (36) terhadap AYR alias Icha di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2022) siang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahmi Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan yang dilakukan Christian Rudolf Tobing (36) terhadap AYR alias Icha di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2022) siang.

Proses rekonstruksi  memperagakan sekitar  61 adegan yang dilakukan oleh Rudolf di berbagai ruangan di apartemen tersebut.

Dalam salah satu adegan rekonstruksi tersebut terungkap bahwa Rudolf sempat merasa iba ketika ia hendak membunuh Icha di kamar apartemen Nomor PI 18 MO itu.

Baca juga: Susun Skenario Agar Korbannya Tertarik, Rudolf Janjikan Icha Bagi Hasil dari Keuntungan Podcast

Hal itu bermula ketika Rudolf dan Icha tiba di kamar apartemen untuk kemudian melakukan aktivitas podcast yang sebelumnya sudah direncanakan Rudolf.

"Tersangka sempat berbincang-bincang dahulu untuk membuat sebuah video promosi dari kalung energi itu," kata seorang penyidik yang membacakan runtutan proses rekonstruksi di kamar apartemen Nomor PI 18 MO, Rabu (7/12/2022).

Dalam video itu, Rudolf sudah merancang rencana akan mengikatkan kalung energi itu kepada Icha yang seolah olah hanya untuk konten podcast tersebut.

Pada saat mengikatkan tali itu, ekspresi Rudolf digambarkan dalam rekonstruksi  memasangkannya sambil tertawa.

Kendati demikian pada saat Rudolf melakukan itu, Icha berhasil melepaskan kalung energi tersebut yang sebelumnya diikatkan.

Kemudian singkat cerita, tersangka dalam proses rekonstruksi itu memasuki ruang tengah dan mengambil kabel ties.

Pada saat itu Rudolf sempat keluar kamar dan merenungi aksi yang akan ia perbuat kepada teman dekatnya itu.

"Tersangka merasa iba keluar dari kamar mainkan HP (handphone) dan merenung sebentar," sebut penyidik.

Namun meski sempat merasa iba, Rudolf melanjutkan rencananya itu dan kembali masuk ke kamar guna melakukan kegiatan itu dengan meminta Icha duduk di kasur.

Rudolf yang sebelumnya sudah memegang tali ties kemudian mengikatkannya ke tangan Icha ke belakang.

Baca juga: Rudolf Tobing Terancam Hukuman Mati Buntut Pembunuhan Berencana terhadap Icha

Akan tetapi di saat yang sama Rudolf juga memberikan sebuah gunting untuk kemudian meminta Icha memotong tali ties yang telah terpasang.

"Tersangka memberikan gunting kecil dan mengatakan 'nih nanti lu gunting tali tiesnya'," sebut penyidik menirukan ucapan Rudolf.

Pada saat Icha terikat tali ties, Rudolf pun merekam keadaan itu menggunakan HP pribadinya sambil menenteng pistol mainan.

Tak lama berselang, lalu Icha melepas ikatan itu sesuai insruksi yang diberikan oleh Rudolf.

"Kemudian Icha berpura pura menghajar Rudolf yang memegang pistol mainan. Setelah selesai Rudolf melepas sarung tangan dan meletakan pistol mainan," tutur penyidik.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved