Jumat, 29 Agustus 2025

Demo Buruh

Cegah Ricuh, Polisi Imbau Buruh yang Demo di DPR Hari Ini Tak Terprovokasi, Siagakan 4.531 Personel

Sebanyak 10.000 buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan Jakarta, diprediksi akan demo di DPR, Kamis (28/8/2025).

Tribunnews.com/Alfarizy AF
DEMO DI DPR - Aparat kepolisian memukul mundur massa aksi unjuk rasa di gedung DPR/MPR RI, Senin (25/8/2025). Sebanyak 10.000 buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan Jakarta, diprediksi akan demo di DPR, Kamis (28/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Buruh dari berbagai wilayah di Indonesia akan menggelar aksi serentak pada hari ini, Kamis (28/8/2025).

Sebanyak 10.000 buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan Jakarta, diprediksi akan mengepung kawasan depan Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan.

Demo kali ini bertajuk Hostum yakni Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah.

Aksi Hostum ini merupakan respons terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap tidak berpihak pada pekerja. 

Aksi nasional bertajuk Hostum tersebut diprakarsai oleh Partai Buruh bersama Koalisi Serikat Pekerja, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan aksi akan dipusatkan di depan DPR RI atau Istana Kepresidenan Jakarta.

"Tidak kurang dari 10 ribu buruh dari Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan DKI Jakarta akan bergerak menuju pusat ibu kota,” ungkap Said Iqbal, dalam keterangannya.

Selain di Jakarta, aksi juga digelar serentak di berbagai kota industri besar seperti Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Batam, Bandar Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar, dan Gorontalo.

Adapun tuntutan yang dibawa buruh terdapat sebanyak enam poin yakni:

  1. Hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM), serta naikkan upah minimum tahun 2026 sebesar 8,5 sampai 10,5 persen;
  2. Stop PHK: bentuk Satgas PHK;
  3. Reformasi pajak perburuhan: naikan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) Rp. 7.500.000 per bulan, hapus pajak pesangon, hapus pajak THR, hapus pajak JHT, hapus diskriminasi pajak perempuan menikah;
  4. Sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw;
  5. Sahkan RUU Perampasan Aset: berantas korupsi;
  6. Revisi RUU Pemilu: redesign sistem Pemilu 2029.

Massa Diimbau Tak Terprovokasi

Polda Metro Jaya mengingatkan massa buruh yang akan demo besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Jakarta, untuk waspada terhadap upaya provokasi atau penyusupan oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain.

Adapun salah satu bentuknya adalah ajakan untuk melakukan aksi melalui media sosial seperti TikTok secara live guna mendapatkan hadiah atau gift dari penonton.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan ajakan itu merupakan metode baru.

Baca juga: Demo 10.000 Buruh Digelar di Jakarta, Ada 6 Tuntutan: UMP 2026 Naik 8,5 Persen hingga Setop PHK

Imbauan ini guna mencegah kericuhan yang berkaca dari demo pada Senin (25/8/2025) lalu yang digelar di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

"Ini ada metode baru ini, mudah-mudahan tidak terjadi lagi, mengajak masyarakat untuk melakukan aksi dengan live TikTok."

"Mohon maaf dengan live sebuah media sosial yang metodenya kalau tidak salah berharap ada gift ada hadiah dan lain sebagainya," kata Ade Ary, dilansir Wartakotalive.com.

"Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi. Kemarin kami sudah menindak pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan cara demikian. Ini menjadi bahan evaluasi bersama agar aksi berjalan damai dan tidak merugikan masyarakat,” tegas dia.

4.531 Personel Gabungan Dikerahkan

Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 4.531 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa kelompok buruh yang rencananya digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Ribuan personel terdiri atas 2.174 personel Polda Metro Jaya, 1.725 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) yang melibatkan unsur TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub, serta 632 personel Polres jajaran.

Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, rekayasa lalu lintas untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan meskipun ada aksi demonstrasi.

“Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional jika massa yang hadir cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, maka arus lalu lintas akan dialihkan," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).

"Namun bila masih memungkinkan berbagi jalan dengan masyarakat lain, maka tidak dilakukan pengalihan,” jelas Ade Ary.

Ia menjelaskan, antisipasi juga disiapkan apabila ada massa yang masuk ke ruas Tol Dalam Kota.

Polisi akan segera mengalihkan arus kendaraan agar pengguna jalan tidak terjebak di tengah kerumunan.

“Jika terjadi kepadatan atau gangguan di tol, kami akan mengeluarkan kendaraan di exit tol depan Polda, di exit Tegal Parang, serta dari arah barat di exit Slipi. Hal ini untuk menjaga keselamatan pengguna jalan,” imbuhnya.

Baca juga: Demo Buruh Hari Ini: Daftar Tuntutan, Lokasi Unjuk Rasa hingga Kelompok Mana Saja yang Turun

BENDERA ONE PIECE - Bendera one piece dibawa pendemo berkibar dalam unjuk rasa di depan Gerbang Pancasila, komplek DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
BENDERA ONE PIECE - Bendera one piece dibawa pendemo berkibar dalam unjuk rasa di depan Gerbang Pancasila, komplek DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/8/2025). (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Demo 25 Agustus Ricuh

Sebanyak 351 orang ditangkap dalam kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).

Polda Metro Jaya mengatakan, dari 351 orang yang diamankan, 155 di antaranya adalah dewasa, sementara 196 lainnya merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun.

"Penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian yang dipimpin Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo, memberikan imbauan kepada para demonstran, namun tetap diabaikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (26/8/2025).

Adapun kericuhan terjadi usai kepolisian memukul mundur massa dari depan gedung parlemen.

Akibatnya, kelompok demonstran terpencar ke berbagai ruas jalan di sekitar lokasi, termasuk kawasan Gerbang Pemuda hingga Kolong Jembatan Pejompongan.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. 

Pos polisi, rambu lalu lintas, hingga pembatas jalan menjadi sasaran amukan massa.

Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Demo Buruh Hari Ini, Polda Imbau Jangan Terprovokasi Ajakan Aksi di Medsos

(Tribunnews.com/Nuryanti/Theresia Felisiani/Reynas Abdila) (Wartakotalive.com/Ramadhan L Q)

Berita lain terkait Demo Buruh

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan