Tunjangan DPR RI
IPW Desak Propam Polri Tangkap Personel Brimob yang Tabrak Driver Ojol di Pejompongan Jakarta
IPW merespons peristiwa driver ojek online (Ojol) terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob Polri di kawasan Pejompongan Jakarta Pusat
Editor:
Adi Suhendi
Hendra seorang warga, menceritakan, demo yang berujung rusuh itu mulai terjadi pukul 14.00 WIB.
"Massa demo buruh sudah tidak ada, tinggal anarko saja," kata Hendra.
Massa yang membuat aksi anarkis itu sempat menguasai Slipi, Palmerah.
Namun, polisi memukul mundur mereka ke arah Petamburan.
Ada juga massa yang melarikan diri ke arah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat dibubarkan paksa.
"Ada juga yang ke arah Pasar Palmerah, mereka juga sama beringas menyerang polisi," ucap Hendra.
Massa aksi unjuk rasa memadati kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sejak Kamis sore.
Mereka berada di sepanjang jalan raya dan menutup akses kendaraan.
Massa bahkan berada di dekat Markas Polsek Metro Tanah Abang dan duduk di trotoar untuk menghindari tembakan gas air mata.
Setiap kali dilempari batu, polisi memberikan balasan dengan menembakkan gas air mata supaya demo yang berujung rusuh bisa segera reda.
Para pengguna jalan sampai kebingungan mencari jalan lain karena setiap sudut di Pejompongan sudah dipadati pendemo.
Di Jalan Petamburan, polisi memukul mundur massa pukul 19.30 WIB.
Polisi mendapatkan perlawanan dari massa aksi yang dipaksa mundur menuju arah Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat itu.
Berulang-kali polisi menembakan gas air mata ke arah massa yang menolak dibubarkan itu.
Bersamaan dengan itu massa terus melempari batu ke arah polisi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.