Sabtu, 11 April 2026

Ledakan di Jakarta Utara

Polisi Sudah 3 Kali Periksa Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Polisi telah memeriksa siswa pelaku peledakan atau anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
LEDAKAN SMAN 72 JAKARTA — Petugas kepolisian dan TNI AL berjaga di depan SMAN 72 Jakarta, Sabtu (8/11/2025), sehari setelah ledakan saat salat Jumat. Ledakan hebat itu menyebabkan 96 orang mengalami luka-luka. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi telah memeriksa siswa pelaku peledakan ABH di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
  • Pemeriksaan terhadap ABH itu dilakukan di rumah aman.
  • Pelaku sudah menjalani pemeriksaan sebanyak dua hingga tiga kali.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi telah memeriksa siswa pelaku peledakan atau anak yang berkonflik dengan hukum (ABH) di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan terhadap ABH itu dilakukan di rumah aman.

Budi menyebut, pelaku sudah menjalani pemeriksaan sebanyak dua hingga tiga kali.

"Sudah diperiksa dari tanggal 3 Desember 2025 di rumah aman. Dua sampai tiga kali pemeriksaan," kata Budi, Selasa (9/12/2025).

Budi menyatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami motif pelaku meledakkan sejumlah bom di sekolah tempatnya menjalani pendidikan.

"Itu nanti akan didalami kepada ABH sendiri, sehingga dari informasi-informasi yang ada kita akan sesuaikan. Kita cocokkan dengan data yang ada," ungkapnya.

Sebelumnya, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengatakan, ada dua bom yang diledakkan di area masjid SMAN 72.

"Di sana ada dua crater, artinya ada dua kawah ledak yang kami temukan di TKP. Berarti kemungkinan diduga memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid," kata Henik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).

Henik mengungkapkan, bom yang berada di masjid dikendalikan melalui remote yang ditemukan polisi di taman baca.

"Dapat disimpulkan untuk di TKP pertama di masjid, bahwa berdasarkan material yang ditemukan, rangkaian tersebut adalah rangkaian bom aktif dengan menggunakan remote," ungkap Dansat Brimob.

Adapun TKP kedua peledakan bom berada di bank sampah dan taman baca. Berbeda dengan TKP pertama, bom di bank sampah dan taman baca diledakkan menggunakan sumbu bakar.

Baca juga: Pelaku Ledakan SMA 72 Jakarta Diperiksa, Polisi Minta Waktu Ungkap Hasil

Di lokasi tersebut ditemukan barang bukti berupa kaleng dan pipa logam. Secara keseluruhan, polisi menemukan tujuh bom yang empat di antaranya telah meledak.

"Jadi dari tujuh, empat yang meledak. Tiga yang masih aktif sudah kita kembalikan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya," ujar Henik.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkap kepribadian pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Asep mengatakan, pelaku dikenal sebagai sosok yang tertutup dan memiliki ketertarikan dengan konten terkait kekerasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved