Kamis, 30 April 2026

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

Aksi Dramatis Sekuriti Selamatkan 15 Orang Terjebak Kebakaran di Gedung Terra Drone, Andalkan Doa

Rian seorang sekuriti ruko menceritakan bagaimana dirinya terlibat langsung dalam evakuasi karyawan saat kebakaran melanda di Gedung Terra Drone

Tayang:
Istimewa
KEBAKARAN - Kebakan gedung perkatoran di kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Tampak beberap orang terjebak di lantai atas gedung. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan berdasarkan informasi awal, kebakaran dipicu baterai yang terbakar di lantai dasar.

"Pada sekitar pukul 12.30 memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar. Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, kemudian ternyata baterai bakar ini menyebar karena di lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya,” ujarnya.

Saat kejadian, sebagian karyawan sedang istirahat makan di luar, sementara lainnya berada di lantai dua hingga lantai enam.

Api yang membesar memicu asap pekat yang merambat hingga lantai paling atas.

21 Kantong Jenazah

Karumkit RS Bhayangkara Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengatakan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah menerima 21 kantong jenazah dari lokasi kejadian kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Brigjen Prima Heru menjelaskan bahwa pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat melapor ke Gedung DVI RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri.

“Keluarga yang merasa kehilangan bisa datang ke gedung DVI saat ini sudah ada beberapa keluarga yang datang ke posko antemortem,” ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).

Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan dan identifikasi belum dilakukan karena masih menunggu permintaan resmi dari penyidik.

“Saat ini kita belum melakukan pemeriksaan karena belum ada permintaan dari penyidik. Kita menunggu surat dari penyidik untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi,” katanya.

Terkait kondisi 21 kantong jenazah yang diterima, Brigjen Prima mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah berisi jenazah utuh atau bagian tubuh.

“Belum kita periksa. SOP kami, biasanya harus ada suratnya dulu baru kita lakukan pemeriksaan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya belum dapat menginformasikan jenis kelamin para korban.

“Belum, belum, belum,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved