Sabtu, 25 April 2026

Kondisi Parkir TMP Kalibata setelah Kasus Pengeroyokan dan Pembakaran, Pedagang Kehabisan Modal

Dua mata elang tewas dikeroyok enam polisi di Kalibata. Memicu massa bakar kios dan motor. Enam polisi jadi tersangka dan terancam pemecatan.

(Ho/Campus League)/Kanal YouTube KompasTV
POLISI KEROYOK MATEL - Enam oknum polisi tersangka pengeroyokan 2 mata elang di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (11/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Dua mata elang dikeroyok enam polisi di Kalibata hingga tewas, salah satunya sempat dirawat di RS Budhi Asih.
  • Peristiwa ini memicu massa merusak dan membakar kios, tenda PKL, serta motor di depan TMP Kalibata.
  • Enam polisi ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani sidang kode etik.

 

TRIBUNNEWS.COM - Dua mata elang atau debt collector menghentikan seorang pengendara motor di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (11/12/2025) sore.

Sempat terjadi cekcok yang berujung enam anggota polisi melakukan pengeroyokan terhadap kedua mata elang (matel).

Kedua matel meninggal meski salah satunya sempat dirawat intensif di RS Budhi Asih.

Tewasnya dua matel mengakibatkan massa merusak dan membakar kios, tenda PKL, serta sepeda motor di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada Kamis (11/12/2025) malam.

Sejumlah titik kebakaran dapat dipadamkan, namun beberapa kios dan lapak pedagang hangus.

Enam anggota polisi yang terlibat pengeroyokan matel telah ditangkap dan dijadikan tersangka yakni JLA, RGW, IAB, IAM, BN, dan AM.

Mereka akan menjalani sidang kode etik pada Rabu (17/12/2025).

Garis polisi dipasang di sekitar TMP Kalibata yang hangus terbakar.

Terlihat banyak barang dagangan berserakan serta serpihan kaca dan besi.

Petugas PPSU Kalibata dikerahkan untuk membersihkan lokasi kejadian.

Sehari pasca kebakaran, kondisi lalu lintas di depan TMP Kalibata sudah kondusif.

Baca juga: Kasus Pengeroyokan di Kalibata, Satu Matel yang Kritis Tewas di Rumah Sakit

Para pedagang memilih tidak membuka lapak karena masih trauma serta sejumlah barang dagangan ikut terbakar.

Koordinator Pedagang Kalibata, Purwanto, menerangkan para pedagang kehabisan modal sehingga belum dapat berjualan.

“Kami memang belum keluar dulu. Pertama, meski situasi sudah kondusif dan insyaallah aman, kami masih trauma," ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved