Rabu, 15 April 2026

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

Kebakaran Terra Drone Tewaskan 22 Orang, Gedung Berizin 2014 Tanpa Tangga Darurat

22 nyawa melayang di gedung berizin lama tanpa tangga darurat, api baterai memicu tragedi, investigasi polisi bongkar kelalaian fatal.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KEBAKARAN TERRA DRONE - Petugas gabungan berusaha mengevakuasi jenazah korban kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Kebakaran tersebut menyebabkan 22 orang meninggal dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • 22 karyawan terjebak di gedung enam lantai tanpa pintu darurat, nyawa melayang sia-sia.
  • Gedung berizin IMB sejak 2014, investigasi polisi bongkar kelalaian fatal pemilik dan manajemen.
  • Api dari baterai lithium polymer, ruang sempit tanpa standar keamanan jadi jebakan maut.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi mengungkap hasil investigasi sementara kebakaran gedung enam lantai Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang. Bangunan berizin IMB sejak 2014 itu ternyata tidak memiliki tangga darurat.

Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa 12 saksi, termasuk pemilik gedung berinisial N pada Sabtu (13/12/2025), terkait kebakaran yang menewaskan 22 orang. 

Namun, baru Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana (MW), ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas dugaan kelalaian penempatan baterai dan pelanggaran keselamatan gedung.

IMB Sejak Lama, Gedung Tanpa Tangga Darurat

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyebut izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat laik fungsi (SLF) gedung Terra Drone enam lantai telah terbit sejak 2014–2015.

“Izinnya itu keluar dari 2014, 2015,” ujar Roby kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).

Pemilik gedung membenarkan kondisi bangunan yang tidak memiliki tangga darurat serta akses terbatas.

“Ya memang benar. Memang begitu keadaannya,” kata Roby di lokasi yang sama.

Gedung Disewa Sejak 2023, Fasilitas Tak Menyelamatkan

Manajemen PT Terra Drone Indonesia menyebut gedung yang terbakar di Kemayoran telah digunakan sejak 2023 dan masih berstatus sewa.

Gedung tersebut memiliki fasilitas lift dan tangga untuk mobilisasi internal.

“Kurang lebih kami menempati sudah dua tahun, sejak awal kami mengakuisisi perusahaan lokal. Saat ini kami masih sewa (kantor),” kata Human Resource Business Partner Terra Drone, Umaidi Suhari, saat ditemui di RS Polri Kramat Jati, dikutip Kompas.com, Rabu (10/12/2025).

Namun, saat kebakaran terjadi, kondisi di luar kendali membuat banyak karyawan terjebak di lantai atas.

Manajemen menyatakan saat ini fokus pada pemenuhan hak 22 korban tewas dan belum memutuskan langkah hukum terhadap pemilik gedung.

Baterai Lithium Polymer Picu Api

Kebakaran terjadi Selasa (9/12/2025) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Api dipicu jatuhnya tumpukan baterai lithium polymer berkapasitas 30.000 mAh yang menimbulkan percikan dan menyambar baterai lain di ruang penyimpanan sempit tanpa standar keamanan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyebut korban tidak sempat menyelamatkan diri dari lantai atas gedung enam lantai.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved