Minggu, 19 April 2026

Terbatasnya Armada Jadi Penyebab Sampah Menggunung di Pasar Induk Kramat Jati

Penyebab sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, yaitu karena kurangnya armada truk sampah.

Tribunjakarta.com/Bima Putra
GUNUNGAN SAMPAH - Gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang berada pada area tempat pembuangan sementara, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026). Gunungan sampah itu menimbulkan bau tidak sedap hingga tercium ke permukiman warga. 

Ringkasan Berita:
  • Penyebab sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur,  karena kurangnya armada truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta.
  • Idealnya dalam satu hari dibutuhkan 12-15 truk sampah untuk mengangkut volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
  • Namun, armada Dinas Lingkungan Hidup DKI yang tersedia hanya delapan.

TRIBUNNEWS.COM - Penyebab sampah menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur ternyata karena kurangnya armada truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta.

Idealnya dalam satu hari dibutuhkan 12-15 truk sampah untuk mengangkut volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

Akan tetapi, armada Dinas Lingkungan Hidup DKI yang tersedia hanya delapan.

Keterbatasan itu menyebabkan sampah yang semestinya langsung terangkut justru menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS).

Hal itu disampaikan oleh Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, pada Kamis (8/1/2026).

"Sehingga selisih itu membuat deposit sampah setiap harinya, dan (sampah) terus menumpuk hingga seperti sekarang," katanya, dilansir TribunJakarta.com.

Adapun setiap harinya produksi sampah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai 120-150 ton.

Volume ini idealnya dapat langsung terangkut ke TPST Bantargebang dalam satu hari.

Namun, keterbatasan armada dan kendala teknis lain, seperti truk sampah yang rusak membuat sampah tak terangkut hingga sempat menggunung dengan ketinggian 6 meter.

Guna mengatasi masalah tersebut, pihak Pasar Induk Kramat Jati sudah berkoordinasi dengan jajaran Dinas LH DKI dan Sudin LH Timur terkait pengangkutan sampah yang ada.

Baca juga: Darurat Sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Tembok Jebol hingga Bau Menyengat

"Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan teman-teman Dinas LH, Sudin LH, Satpel Kramat Jati. Sudah luar biasa menanggulangi penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati," ujarnya.

Agus menyebut, dari hasil koordinasi dengan Dinas LH DKI Jakarta, total akan ada 20 armada truk sampah yang akan dikerahkan untuk mengangkut gunungan sampah dari Pasar Induk Kramat Jati.

Selain itu, alat berat jenis shovel dari Dinas LH DKI Jakarta juga dikerahkan untuk membantu pengangkutan sampah dari area TPS ke masing-masing truk sampah yang bertugas.

Dengan pengerahan itu, harapannya masalah gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat segera teratasi.

"Pagi ini sudah tercatat hampir 10 armada yang sudah masuk dari rencana 20 armada. Armada ini yang akan melakukan pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini," tuturnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved