Komnas PA Dalami Dugaan Pelecehan Antar-Anak di Kramat Jati, Temukan Grup Berisi Konten Dewasa
Komnas PA dalami dugaan pelecehan antar-anak di SD Kramat Jati. Ditemukan grup chat berisi konten dewasa, korban diduga bertambah.
Ringkasan Berita:
- Komnas PA mendalami dugaan pelecehan seksual antar-anak di SD Kramat Jati, Jakarta Timur, yang melibatkan siswa kelas V berinisial S (11).
- Dalam pemeriksaan, ditemukan grup pesan singkat di ponsel anak tersebut yang diduga berisi konten dewasa dengan anggota lebih tua.
- Korban yang awalnya dilaporkan satu orang kini diduga bertambah menjadi empat anak.
- Kasus masih ditangani polisi, Komnas PA mengimbau orang tua memperketat pengawasan penggunaan HP pada anak.
TRIBUNNEWS.COM - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengungkap temuan memprihatinkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual antar-anak yang melibatkan seorang siswa sekolah dasar di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Wakil Ketua Komnas PA, Hagistio Pradika, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari siswa kelas V berinisial S (11) dengan pendampingan orang tua dan guru.
“Kami difasilitasi oleh pihak sekolah dan Satuan Pelaksana Pendidikan Jakarta Timur untuk bertemu dengan siswa terduga pelaku,” ujar Hagistio, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Wartakota.
Komnas PA Soroti Kondisi Psikologis Anak
Hagistio menilai kasus ini perlu mendapat perhatian serius, terutama dari sisi psikologis anak.
“Itu yang membuat kami miris. Artinya psikis dan mental terduga pelaku ini sudah terganggu dan itu harus diobati,” kata Hagistio, Kamis (12/2/2026).
Komnas PA berencana memanggil orang tua S untuk mendalami pola pengasuhan serta lingkungan pergaulan anak.
Baca juga: Sempat Membantah, Mohan Hazian Kini Akui Lakukan Dugaan Pelecehan Seksual
Ditemukan Grup Pesan Singkat Berisi Video Dewasa
Dalam pendalaman kasus, Komnas PA juga menemukan adanya grup aplikasi pesan singkat di ponsel S yang diduga berisi percakapan dan video dewasa.
Grup tersebut disebut beranggotakan sekitar 15 orang yang usianya lebih tua dari S.
“Adminnya berdasarkan pengakuan dari terduga pelaku adalah anak SMP berinisial R,” ungkap Hagistio.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, terutama penggunaan ponsel dan akses internet.
“Kami akan gali terus sampai ke akar-akarnya karena kami ingin tahu maksud dan tujuan ada grup ini apa,” tegasnya.
Korban Diduga Bertambah Menjadi Empat Anak
Awalnya, Komnas PA menerima laporan bahwa korban hanya satu anak. Namun setelah penelusuran, jumlah korban diduga bertambah menjadi empat orang.
Korban disebut berasal dari kelompok usia lebih muda, mulai dari siswa kelas 2 SD, anak TK, PAUD, hingga anak disabilitas.
“Terduga pelaku inisial S sudah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur. Tapi baru dua korban yang melapor secara resmi,” jelas Hagistio.
Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Selebgram Mohan Hazian Belum Dilaporkan, Ini Penjelasan Polisi
Imbauan untuk Orang Tua: Awasi Aktivitas Anak
Komnas PA mengingatkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak terpapar konten tidak pantas.
“Pola asuh yang baik untuk anak adalah keluarga. Khususnya saat anak main HP harus diperhatikan tontonannya seperti apa,” pungkasnya.
Kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian dan lembaga perlindungan anak.
(Wartakota/TribunJakarta/Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual-oleh-pimpinan-ponpes.jpg)