Selasa, 21 April 2026

Pedagang Es Gabus Dianiaya

Pabrik Es Gabus Depok Didatangi Polisi terkait Kasus Intimidasi Pedagang, Ini Temuannya

Kasus es gabus Kemayoran viral, polisi cek pabrik Depok, hasil uji lab masih ditunggu.

|
HO/IST/X/@iPopBase
VIRAL DI MEDIA SOSIAL - Seorang pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, diintimidasi dua pria berseragam TNI dan polisi karena dituduh menjual es berbahan spons cuci piring. Kejadian ini bermula dari laporan seorang warga Kemayoran bernama Arief Fadillah, Sabtu (24/1/2026). Arief menuduh pedagang bernama Suderajat itu menjual es gabus berbahan spons cuci piring. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus intimidasi terhadap penjual es gabus di Kemayoran viral setelah aparat TNI-Polri menuding dagangannya berbahan spons. 
  • Polisi telah mendatangi pabrik es gabus di Depok dan menyatakan bahan serta proses produksi terlihat normal.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus seorang penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat yang diduga diintimidasi Babinsa dan Babinkamtibmas sedang menjadi sorotan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan telah mendatangi pabrik pembuatan es gabus di Depok, Jawa Barat.

"Untuk saat ini sih kita tidak melihat hal yang aneh. Komposisi yang disampaikan dan cara membuat yang disampaikan oleh pabrik es itu masih terlihat normal atau makanan biasa,” kata Roby kepada wartawan, Rabu (27/1/2026).

Menurut dia, polisi belum dapat menarik kesimpulan terkait kandungan es gabus tersebut, karena masih menunggu hasil uji laboratorium dari instansi terkait.

"Namun ya terkait kandungan makanannya, tentu saja tadi kita tidak bisa menyimpulkan karena saya menunggu hasil," ujarnya.

Menurut Roby, penanganan perkara hingga saat ini masih berada pada tahap menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

"Penanganan perkaranya sampai saat ini adalah kita hanya tinggal menunggu hasil dari Dinas Kesehatan dan Labfor Polri mengenai kandungan atau zat-zat yang terdapat dalam makanan yang disebut es gabus," jelasnya.

Diketahui, pedagang yang mengalami persekusi oleh aparat TNI-Polri bernaa Suderajat (49), yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Dia mengalami persekusi oleh Babinkamtibnas Johar Baru Aiptu Ikhwan Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran Serda Heri.

Baca juga: Nasib Suderajat Penjual Es Gabus yang Viral, Kini Banjir Bantuan Dapat Motor hingga Uang Segepok

Minta Maaf karena Gegabah

Sebelumnya, Sebuah video viral yang menunjukkan dua orang pria berseragam TNI dan Polri yang menuding seorang pedagang es kue jadul atau jaman dulu berbahan spons atau busa.

Dalam video itu, pria yang mengenakan kaos bertuliskan polisi di bagian punggungnya itu menjelaskan soal bahan kue dari spons sambil memegang makanan itu di depan pedagangnya yang sudah tua.

"Penjual es kue jadul, yang dulu pernah kita makan. Nah sekarang harap hati-hati bagi orang tua ya, karena ini sudah rekayasa, bukan bahan kue lagi, tapi bahan spons. Ini bisa kita lihat bahan spons dibakar dia meleleh," kata pria berpakaian polisi dalam video yang diunggah.

Setelah diperiksa oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

Aiptu Ikhwan Mulyadi menyatakan rasa penyesalan atas sikap kelirunya, serta menghaturkan permohonan maaf kepada si penjual.

"Asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," kata Aiptu Ikhwan dalam keterangannya, Senin (27/1/2026).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved