JK Tertawa, Pramono Tolak Masuk Gorong-Gorong di Jakarta: Yang Bekerja adalah Otak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menolak masuk ke dalam gorong-gorong ketika kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan.
Ringkasan Berita:
- Gubernur DKI Jakarta Pramono menolak masuk ke dalam gorong-gorong saat kerja bakti.
- Menurut Pramono, yang bekerja adalah pikiran dan otak.
- Pramono mengungkapkan penolakannya itu kepada Ketua Umum PMI Jusuf Kalla yang juga ikut kerja bakti.
TRIBUNNEWS.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono mengaku menolak masuk ke dalam gorong-gorong ketika meninjau gorong-gorong di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, dalam kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan, Minggu, (8/2/2025).
Kegiatan itu turut diikuti oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK). Sambil berada di samping JK, Pramono mengatakan dia dan JK sempat bercanda mengenai gorong-gorong.
“Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK. ‘Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya enggak mau masuk gorong-gorong. Tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya,’” kata Pramono sembari menoleh kepada JK yang tampak tersenyum.
Pramono mengklaim JK tertawa ketika mendengarnya melontarkan candaan itu.
Adapun kegiatan meninjau gorong-gorong sebelumnya kerap dikaitkan dengan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Ketika menjadi orang nomor satu di ibu kota, Jokowi beberapa kali masuk ke gorong-gorong di tengah kegiatan blusukannya.
Pramono melihat proses pembersihan
Pramono dan JK tiba di lokasi kerja bakti sekitar pukul 08.00 WIB. Pramono terlihat memakai kaus polo orangnya, jaket ringan krem, topi hitam, dan kacamata.
Dikutip dari Tribun Jakarta, Pramono tampak menyapa warga dan petugas yang sudah berkumpul sejak pagi. Dia lalu menyusuri jalan guna melihat langsung proses pembersihan lingkungan.
Politikus PDIP itu memperhatikan petugas yang membersihkan sampah di sisi jalan, sedangkan sebagian petugas lainnya memasukkan sampah ke karung untuk nantinya diangkut.
Pramono tampak beberapa kali berhenti guna bercakap-cakap dengan warga dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Dia juga meninjau proses pembersihan saluran air yang dipenuhi lumpur.
Sementara itu, petugas tampak mengeruk sedimen dengan sekop supaya air bisa kembali mengalir lancar. Beberapa truk sampah didatangkan untuk mengangkut sampah dari lokasi.
Baca juga: Gubernur Pramono Bakal Guyur Insentif Pajak ke Beberapa Mal Jakarta Saat Libur Lebaran 2026
Di tengah-tengah peninjauan itu, Pramono menyebut kegiatan bersih-bersih dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah Jakarta. Berbagai unsur terlibat, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
Ratusan ribu petugas dilibatkan
Pramonono mengatakan ada sebanyak 171.134 petugas gabungan dari Pemprov DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI-Polri, dan unsur lainnya ikut dalam kerja bakti besar-besaran.
"Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden ketika Rakornas kemarin. Tetapi bagi Jakarta, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin," kata Pramono.
Ada sebanyak 60 unit ekskavator yang dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi. Semenatra itu, ada 144 dump truck yang didatangkan untuk mengangkut sampah yang tersebar di 66 titik lokasi kerja bakti.