Sudirman Said Soal Tuduhan Penistaan Agama ke JK: Hikmah Orang Punya Modal Sosial Tinggi
Sudirman Said menyebut mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sebagai sosok yang memiliki modal sosial tinggi.
Ringkasan Berita:
- Sudirman Said menyebut mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sebagai sosok yang memiliki modal sosial tinggi.
- Ketika JK diserang dengan tuduhan penistaan agama melalui video ceramahnya yang dipotong dan disebarkan pegiat sosial, banyak pihak yang membela JK.
- Banyak pihak yang membela JK bukan karena diminta oleh JK. Tapi itu mereka lakukan atas inisiatif sendiri karena mereka mengenal rekam jejak Jusuf Kalla selama ini.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebut mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sebagai sosok yang memiliki modal sosial tinggi.
Itu sebabnya, ketika JK diserang dengan tuduhan penistaan agama melalui video ceramahnya yang dipotong dan disebarkan pegiat sosial dan aktivis partai, banyak pihak yang membela JK.
"Menurut saya itulah buah atau hikmah dari orang yang punya modal sosial tinggi," kata dia usai menghadiri Tasyakuran Milad JK ke-84 di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/04/2026).
Menurut Sudirman, banyak pihak yang membela JK bukan karena diminta oleh JK. Tapi itu mereka lakukan atas inisiatif sendiri karena mereka mengenal rekam jejak Jusuf Kalla selama ini.
"Jadi yang membela bukan beliau sendiri, tapi yang membela banyak orang. Karena terlalu banyak orang yang dalam perjalanan hidupnya itu menjadi saksi bahwa Pak JK tidak seperti yang disampaikan oleh mereka-mereka itu," ujarnya.
Sudirman Said bersyukur situasi kini mulai mereda dan berharap proses hukum dapat ditegakkan dan masyarakat kembali mendengar suara hati nurani.
"Akhirnya kebenaran adalah kebenaran, dan mudah-mudahan hukum bisa ditegakkan, dan akhirnya suara-suara nurani bisa dikembalikan kepada masyarakat," pungkasnya.
Baca juga: Grace Natalie: Saya Tak Punya Masalah dengan Pak JK, Pernyataan Normal-normal Saja
JK sebelumnya menjadi sorotan usai dilaporkan terkait dugaan penistaan agama terkait isi ceramah yang disampaikan di Masjid UGM pada Maret 2026 yang menyinggung konflik Poso dan Ambon, termasuk pembahasan mengenai konsep “mati syahid”.
Sejumlah kelompok masyarakat menilai pernyataan tersebut menyinggung ajaran Kristen sehingga melaporkannya ke kepolisian.
Baca juga: 40 Ormas Islam Surati Kabareskrim, Tolak Laporan Terhadap Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro
JK membantah melakukan penistaan agama. Menurutnya, pernyataan itu disampaikan dalam konteks sejarah konflik yang pernah ia tangani saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).
Kasus ini pun masih berlanjut yang di mana kini Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie dilaporkan ke polisi oleh 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sudirman-Said-hadiri-milad-JK.jpg)