Minggu, 12 April 2026

Creative Hub Dinilai Bawa Dapak Peningkatan Ekonomi dan Lapangan Kerja Sektor Kreatif

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyediaan fasilitas bagi para pelaku industri kreatif di wilayah tersebut

HO/IST
INDUSTRI KREATIF - Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie bersama Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin.  

Ringkasan Berita:
  • Pengembangan ekosistem ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah
  • Namun, penguatan infrastruktur fisik dan digital guna merespons dinamika industri global juga perlu ditingkatkan
  • Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyediaan fasilitas bagi para pelaku industri kreatif di wilayah tersebut

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembangan ekosistem ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah. 

Namun, penguatan infrastruktur fisik dan digital guna merespons dinamika industri global juga perlu ditingkatkan.

Baca juga: Lowongan Kerja Tenaga Ahli Pengelolaan Jakarta Creative Hub untuk Lulusan D3 dan S1, Ada 7 Posisi

Pasalnya, penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi 17 subsektor ekonomi kreatif, mulai dari aplikasi dan gim hingga kriya dan kuliner menjadi langkah yang bakal dilakukan oleh Pemkot Tangerang Selatan.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyediaan fasilitas bagi para pelaku industri kreatif di wilayah tersebut.

Baca juga: Program Creative Hub, Wujud Komitmen Ganjar Dukung Anak Muda yang Aktif dan Kreatif

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menegaskan bahwa pihaknya sangat fokus pada penciptaan iklim usaha yang kondusif terbukti bahwa kini Tangsel telah memiliki gedung ekonomi kreatif atau Creative Hub setinggi 8 lantai.

Creative Hub adalah sebuah ruang — bisa berupa fisik maupun virtual — yang dirancang untuk mempertemukan para pelaku kreatif dari berbagai bidang. Tujuannya adalah menyediakan wadah kolaborasi, inovasi, dan pengembangan bisnis di sektor kreatif, budaya, maupun teknologi.

"Gedung tersebut menjadi wadah pengembangan sektor ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan pekerjaan yang luas pada 17 subsektor kreatif. Ini adalah komitmen kami untuk memposisikan Tangsel sebagai pusat inovasi nasional," ujar Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin, Minggu (22/2/2026).

Sektor ekonomi kreatif dinilai sangat potensial di Tangsel. Hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tergolong tinggi. 

Tercatat, sektor ini menyumbang sekitar 20 persen dari total PAD di Tangsel. Secara nominal, kontribusi ekonomi kreatif mencapai sekitar Rp300 miliar, dari total PAD yang berada di angka kurang lebih Rp1,5 triliun.

Selain kontribusi fiskal, jumlah pelaku ekonomi kreatif di Tangsel juga menunjukkan tren positif. 

Pada tahun ini, jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor tersebut mencapai sekitar 104.000 unit. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 90.000 UMKM.

TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa mengingat keterbatasan sumber daya alam, fokus pembangunan dialihkan pada penguatan modal intelektual. 

Pihaknya pun bertugas memastikan infrastruktur digital mumpuni agar seluruh pelaku kreatif memiliki akses setara ke pasar global.

"Pak Wali Kota menginstruksikan agar transformasi digital tidak hanya berhenti pada penyediaan aplikasi, tetapi berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi produk kreatif warga. Kami berupaya menjembatani kebutuhan pelaku usaha, termasuk mendorong fasilitasi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)," jelas Asep.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved