Rumah di Bantaran Rel Senen Jakpus Dibongkar Usai Dikunjungi Prabowo, Ini Kata Warga
Rofii, warga dekat Stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat berharap pembangunan hunian layak yang dijanjikan Prabowo Subianto lekas terealisasi.
Garis nasib warga di bantaran rel dekat Stasiun Pasar Senen berubah drastis dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kamis (26/3/2026) siang, mereka masih bersorak menyambut kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang datang meninjau secara mendadak.
Namun, saat fajar menyingsing di hari Jumat (27/3/2026), sorak-sorai itu berganti menjadi kebisuan di tengah tumpukan puing.
Pemandangan di lokasi yang sehari sebelumnya padat oleh bangunan semi-permanen kini telah terbuka luas.
Atap-atap terpal biru yang biasa melindungi warga dari terik dan hujan menghilang, menyisakan ruang kosong yang hanya dilewati oleh deru kereta api setiap beberapa menit sekali.
Imah, warga lainnya, mengaku syok karena penertiban dilakukan secara kilat pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB.
"Eh ternyata jam 10 malam ada serangan mendadak, kaget saya juga. Akhirnya begini, jadinya saya bengong," ujar Imah lemas.
Tanpa pemberitahuan tertulis jauh-jauh hari, warga hanya diminta segera mencari kontrakan sementara untuk menyelamatkan barang-barang mereka
Puluhan Tahun di Bantaran Rel
Chono menetap di bangunan semi permanen sederhana yang berjarak hanya sekitar 2 meter dari rel kereta.
Sudah sekitar tiga dekade lamanya ia hidup di sana, menyambung hidup di tengah keterbatasan.
Baca juga: Prabowo Blusukan ke Permukiman Warga Pinggir Rel Kawasan Senen Jakarta Pusat, Janjikan Hunian Layak
Chono tinggal bersama istrinya, Rias Tuti (54), serta dua anaknya, Rizky (25) dan Rendy (21). Sejak pindah dari kampung halamannya di Comal, Jawa Tengah, Chono memilih menetap di Jakarta setelah menikah dengan perempuan asal Kwitang.
Ia kemudian membangun kehidupan baru di kawasan pinggir rel Pasar Gaplok.
Di tempat itulah ia membesarkan anak-anaknya, menjalani hari-hari dengan pekerjaan serabutan.
Menurutnya, sebagian besar warga di lokasi tersebut memiliki latar belakang ekonomi yang hampir sama.