Senin, 20 April 2026

Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Dalami Penyebab 4 Pekerja Tewas di TB Simatupang Jaksel

Keluarga tolak autopsi empat pekerja tewas di TB Simatupang. Polisi dalami dugaan gas dan kelalaian keselamatan proyek.

TribunWow.com/TribunJakarta.com/Ist
KECELAKAAN MAUT JAGAKARSA — Kolase foto tim kepolisian melakukan olah TKP di lokasi tewasnya empat pekerja proyek di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026). Tragedi ini bermula saat para korban terjatuh ke dalam penampungan air sedalam tiga meter akibat mencoba menolong rekan kerja tanpa peralatan keselamatan standar. 

Ringkasan Berita:
  • Keluarga empat pekerja tewas kompak menolak autopsi, publik penasaran penyebab kematian masih misterius.
  • Polisi tetap lanjutkan penyelidikan, uji sampel gas dan air di lokasi proyek TB Simatupang.
  • Fakta mengejutkan, pekerja diduga tanpa APD saat tragedi, dugaan kelalaian keselamatan makin kuat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keluarga empat pekerja yang tewas dalam insiden proyek di kawasan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan, mengatakan pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Untuk hasil otopsi, sementara tidak dilakukan otopsi karena dari pihak keluarga menolak otopsi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Indra menambahkan, dugaan sementara ada paparan gas di lokasi proyek, tetapi jenisnya belum diketahui.

“Untuk dari jenis dan gas apa yang menyebabkan, kami belum bisa menjelaskan secara detail karena memang bukan keahlian kami,” katanya.

 
Uji Sampel Gas dan Air di TKP

Sejumlah pihak telah melakukan pengujian di lokasi kejadian perkara (TKP), termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, serta Laboratorium Forensik Bareskrim Polri.

“Dari pihak Kemenaker maupun Disnaker Provinsi DKI Jakarta serta Labfor Bareskrim Polri sudah melakukan pengecekan dan olah TKP, termasuk uji sampel gas maupun kandungan air,” jelas Indra.

 
Pemeriksaan Saksi dan Pemilik Proyek

Polisi juga memeriksa saksi, yakni mandor dan pengawas proyek.

“Untuk saat ini saksi yang diperiksa sebanyak dua orang dari pihak mandor pengawas, yaitu pengawas besi dan salah satu mandor. Jadi ada dua orang,” ucapnya.

Pihak pemilik proyek dijadwalkan diperiksa untuk mengungkap fungsi bangunan serta kelengkapan perizinannya.

“Untuk saat ini kami belum bisa memastikan bangunan tersebut untuk apa, karena dari pihak pemilik perusahaan baru akan diperiksa hari Kamis nanti,” katanya.

Baca juga: KPK Periksa 63 ASN Pekalongan Usut Kasus Bupati Fadia Arafiq, Camat Talun Mengaku Tak Nafsu Makan

 
Fakta Pekerja Tanpa APD

Polisi menemukan para pekerja diduga tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat kejadian.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, pada saat kejadian para pekerja tersebut tidak menggunakan alat pelindung diri atau APD,” tandas Indra.

 
Kronologi Tragedi Ground Tank

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menambahkan, empat pekerja tewas setelah terjatuh ke dalam penampungan air bersih (ground tank) di basement proyek. Kejadian bermula saat mereka menguras air, salah satu terjatuh, lalu rekan-rekannya ikut menolong tanpa alat keselamatan hingga ikut terjatuh.

Korban tewas yakni Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhamad Fauzi (19). Tiga pekerja lain selamat meski sempat sesak napas.

“Tim penyidik telah melakukan olah TKP secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian,” kata Budi.

Ia menegaskan penyelidikan intensif terus dilakukan terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved