Rektor Universitas Budi Luhur Buka Suara soal Mahasiswi Korban Pelecehan Seksual oleh Oknum Dosen
Rektor UBL Prof. Agus Setyo Budi menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat dalam menangani kasus tersebut.
“Kami sudah menawarkan bantuan, termasuk akses ke psikolog klinis untuk menangani trauma korban. Namun, komunikasi terakhir memang berhenti setelah kami menyampaikan hasil pemeriksaan,” ujar Deni.
Selain itu pihak universitas juga meluruskan informasi yang beredar terkait waktu kejadian.
Disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 2021 dan melibatkan pihak yang saat ini telah berstatus alumni.
“Ada pemberitaan yang kurang tepat, seolah-olah kejadian terjadi pada 2023. Padahal kejadiannya tahun 2021 dan laporan baru disampaikan pada bulan Februari 2026 ,” jelasnya.
Di sisi lain muncul informasi bahwa pihak korban berencana melayangkan somasi sebagai langkah lanjutan dalam kasus ini.
Menanggapi hal tersebut, pihak universitas menyatakan tetap terbuka dan akan menghormati setiap proses yang ditempuh.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Universitas pun menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem penanganan kasus serta memastikan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rta-Selatan-Rabu-842026-kan-IST.jpg)