Kondisi Mahasiswi Korban Penyekapan di Makassar, Butuh Pemulihan Psikologis
Gubernur Kaltara jenguk mahasiswi korban penyekapan di Makassar, tekankan perlindungan martabat dan pemulihan trauma psikologis.
Ringkasan Berita:
- Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menjenguk MA (21), mahasiswi asal Nunukan korban penyekapan dan dugaan rudapaksa di Makassar.
- Ia menekankan perlindungan martabat serta pemulihan trauma psikologis korban, sekaligus mendesak Kapolda Sulsel mengusut tuntas kasus dan menangkap pelaku residivis FR (30)
TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Provinsi Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menjenguk mahasiswi asal Nunukan berinisial MA (21) yang menjadi korban penyekapan dan dugaan rudapaksa di Makassar, Sulawesi Selatan.
Korban diketahui disekap oleh pelaku berinisial FR (30) setelah tergiur tawaran pekerjaan baby sitter yang diperoleh melalui media sosial Facebook.
Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Jumat hingga Minggu (8-10/5/2026).
Baca juga: Mahasiswi yang Disekap di Makassar Bakal Diberikan Pendampingan dari Pemkab Nunukan Kaltara
Korban Butuh Pemulihan Psikologis
Usai melihat langsung kondisi korban pada Kamis (14/5/2026) malam, Zainal menegaskan pentingnya perlindungan terhadap korban, terutama pemulihan trauma psikologis yang dialami MA.
“Kasihan dia secara psikologi. Ini yang perlu kita tangani segera. Dari psikologi juga kita minta bantuan,” ujar Zainal kepada wartawan.
Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga meminta Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, untuk serius mengusut kasus tersebut dan segera menangkap pelaku.
“Mohon Bapak Kapolda Sulawesi Selatan betul-betul fokus untuk menindaklanjuti kasus ini sampai terungkap,” katanya.
Zainal mengaku mendapat informasi bahwa pelaku diduga merupakan residivis. Ia bahkan mencurigai sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi merupakan hasil tindak kejahatan.
“Saya dapat informasi bahwa pelaku ini residivis. Bahkan motor yang digunakan kemungkinan juga hasil kejahatan,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat Sulawesi Selatan ikut membantu aparat kepolisian dalam mencari keberadaan pelaku.
“Mohon bantuan masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama-sama dengan aparat Polda maupun Polrestabes Makassar menangkap pelaku ini,” imbuhnya.
Polisi Kejar Pelaku Kejahatan
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Abd Latief, mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
“Upaya yang kami lakukan saat ini adalah penyelidikan dan mencari keberadaan terduga pelaku,” katanya.
Menurut Latief, kasus tersebut bermula saat korban melihat lowongan pekerjaan baby sitter di Facebook. Korban kemudian melamar dan diminta datang ke rumah kontrakan yang telah disiapkan pelaku.
“Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan datang ke rumah lokasi kejadian,” jelasnya.