Selasa, 28 April 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Komisi V DPR Desak Investigasi Total Tabrakan KRL-Argo Bromo di Bekasi Timur

Abdul Hadi pun mendesak Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi total.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
TRIBUNNEWS/HERUDIN
EVAKUASI KORBAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi V DPR, Abdul Hadi, mendesak dilakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tragis antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur
  • Menurut Abdul Hadi, insiden yang menewaskan 14 orang dan melukai puluhan penumpang itu bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan alarm keras bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional
  • Abdul Hadi pun mendesak Kementerian Perhubungan bersama KNKT melakukan investigasi total, mulai dari faktor manusia, teknis, hingga sistem operasional

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Abdul Hadi, mendesak dilakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Menurut Abdul Hadi, insiden yang menewaskan 14 orang dan melukai puluhan penumpang itu bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan alarm keras bagi sistem keselamatan perkeretaapian nasional.

Baca juga: KNKT Investigasi Insiden Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur, Bakal Ungkap Penyebab Kecelakaan

“Peristiwa ini menegaskan bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama. Ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi sinyal adanya potensi persoalan sistemik yang harus segera dibenahi,” ujar Abdul Hadi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan meminta PT KAI serta fasilitas kesehatan memberikan penanganan maksimal kepada korban luka tanpa kompromi.

Baca juga: RS Polri Mulai Proses Identifikasi 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA di Bekasi

“Saya menyampaikan simpati, empati, dan duka cita yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Saya juga meminta agar seluruh korban luka mendapatkan penanganan maksimal dari KAI dan fasilitas kesehatan,” katanya.

Politikus PKS itu menyoroti dugaan rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi. Ia menyebut insiden awal berupa taksi yang tertemper KRL di perlintasan setelah Stasiun Bekasi Timur diduga menyebabkan rangkaian Commuter Line tertahan di stasiun sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.

“Rantai kejadian ini harus dibuka secara terang. Fakta bahwa ada KRL yang tertahan seharusnya dapat terdeteksi dalam sistem. Persinyalan mestinya memberikan peringatan jelas kepada kereta di belakang bahwa jalur belum aman,” tegasnya.

Abdul Hadi pun mendesak Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi total, mulai dari faktor manusia, teknis, hingga sistem operasional.

Ia juga menilai perlintasan sebidang masih menjadi titik rawan dalam sistem transportasi nasional karena banyak yang belum dijaga optimal.

“Masuknya kendaraan ke jalur rel hingga menyebabkan KRL berhenti adalah persoalan serius. Ini menunjukkan pengamanan perlintasan masih lemah dan berisiko tinggi,” ujarnya.

Sebagai solusi, Abdul Hadi mendorong penutupan perlintasan sebidang berisiko tinggi, percepatan pembangunan flyover dan underpass, hingga penerapan teknologi keselamatan seperti Automatic Train Protection (ATP).

Ia menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mengawal investigasi kecelakaan tersebut agar hasilnya benar-benar ditindaklanjuti untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia.

“Keselamatan tidak boleh bergantung pada satu faktor. Harus ada sistem berlapis yang kuat, mulai dari teknologi, infrastruktur, hingga disiplin pengguna,” tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Lakukan Asesmen untuk Santuni Korban Kecelakaan KA Bekasi Timur 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan jumlah korban dalam insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek mencapai 14 orang meninggal dunia di Stasiun Bekasi Timur. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved