Rabu, 29 April 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sausan Selamat dari Tragedi KRL Bekasi: Allah Baik Sama Saya

Kisah haru Sausan, penyintas KRL Bekasi. Baru selesai buka puasa saat maut mengintai di gerbong wanita. "Allah baik sama saya," ucapnya.

Tayang:
Penulis: Fahmi Ramadhan
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
KISAH KORBAN SELAMAT - Sausan Sharifa saat menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026), usai menjadi penyintas kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur. Ia menceritakan detik-detik mencekam saat kereta KRL Commuter Line yang ditumpanginya dihantam Argo Bromo Anggrek, sesaat setelah dirinya menuntaskan buka puasa sunnah. 

Ringkasan Berita:
  • Tragedi maut di Stasiun Bekasi Timur merenggut 15 nyawa usai KA Argo Bromo menghantam gerbong khusus wanita.
  • Di tengah dentum maut pukul 20.45 WIB, Sausan Sharifa baru saja menuntaskan buka puasa sunnah Senin-Kamis.
  • Meski lolos dari tumpukan logam ringsek, ia enggan jemawa dan memilih merenungi kesempatan hidup kedua dari Tuhan.

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI — Senin (27/4/2026) malam, jarum jam baru saja melewati pukul 20.45 WIB ketika ketenangan di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, mendadak pecah. Dentum logam dari tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di perbatasan Jakarta itu merenggut 15 nyawa dan melukai 84 orang, meninggalkan duka yang menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.

Di balik riuh kepanikan dan deretan panjang nama penyintas, terselip kisah Sausan Sharifa.

Ia adalah satu dari sekian jiwa yang berhasil lolos dari dekapan maut dalam kecelakaan hebat yang menghancurkan dua rangkaian kereta tersebut.

Kini, dari ranjang perawatan RSUD Kota Bekasi, Sausan berbagi cerita dengan nada suara tenang yang berbalut syukur mendalam.

Baginya, malam mencekam itu bukan sekadar tentang benturan keras dan jeritan pilu yang membelah malam, melainkan tentang sebuah keajaiban yang menyapanya—tepat setelah ia menuntaskan ibadah.

Terjebak dalam Rantai Insiden

Malam itu, KRL Commuter Line rute Jakarta-Cikarang yang ditumpangi Sausan terpaksa tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Rangkaian tersebut berhenti bukan karena jadwal normal, melainkan akibat efek domino insiden lain; sebuah KRL dari arah sebaliknya tengah menabrak mobil taksi di jalur yang sama.

Nahas, saat ketidakpastian menyergap di tengah pemberhentian itu, maut melaju cepat dari arah belakang.

Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menghantam keras gerbong belakang KRL—titik yang dikhususkan bagi penumpang wanita.

Di sanalah Sausan berada.

Baca juga: Firasat Maut KRL Bekasi: Nuryati Peluk Teman dan Minta Maaf Sebelum Tiada

Antara Doa dan Benturan Maut

EVAKUASI KORBAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN
EVAKUASI KORBAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Senin itu, Sausan menjalankan rutinitas spiritualnya: Puasa Sunnah Senin-Kamis.

Hanya berselang beberapa menit sebelum benturan logam yang mengerikan itu terjadi, ia baru saja membatalkan dahaganya.

"Kemarin kan Senin, iya puasa. Habis buka puasa, he'eh," kenang Sausan saat ditemui Tribunnews.com, di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Belum lama rasa syukur menyertai tegukan airnya, guncangan hebat melontarkan.

Di tengah jerit tangis dan gelap yang seketika menyergap gerbong khusus wanita tersebut, Sausan secara ajaib berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari tumpukan logam yang ringsek.

Baca juga: Selamat dari Maut, Sausan Ungkap Ketakutan Penumpang di Sekitarnya: Tak Mau Naik Kereta Lagi

Kesempatan Kedua

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved