Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
"Kakak Suka Bilang Pengen Dikasih Bunga, Sekarang Bunganya Banyak Datang ke Rumah"
Vica satu dari 16 korban meninggal dunia akibat kecelakaan tragis dua kereta di Bekasi Timur.
"Enggak ada firasat karena aku juga jarang ngobrol, cuma satu bulan terakhir ini sering ajak makan jalan bareng semua keluarga," kata Ari.
Bangunkan Salat Subuh
Ari terakhir kali bertemu Vica pada Senin subuh saat kakaknya itu membangunkannya untuk salat.
Ari berangkat kerja pukul 06.00 WIB, sedangkan Vica pukul 07.00 WIB.
Tak ada firasat apapun yang dirasakan Ari.
Chat terakhir pada Selasa siang, Vica masih sempat mengabari akan pulang terlambat karena ada acara makan bersama rekan kantor.
Tidak Kerja untuk Mencari Kakak
Saat kejadian, Ari tengah masuk kerja shift malam.
Baru beberapa jam masuk bekerja, ia mendapatkan kabar kakaknya hilang dan langsung mengajukan izin ke atasan untuk tidak bekerja.
Setelah diizinkan, ia diantar temannya menuju ke Stasiun Bekasi Timur pada Senin pukul 23.00 WIB.
Ketika itu suasana sudah macet sampai mobilnya parkir jauh dari lokasi kejadian.
"Saya pakai mobil parkir di Terminal Bekasi, jalan kaki sampai Stasiun Bekasi Timur," kata dia.
Selama ada di Stasiun Bekasi Timur sampai Selasa (28/4/2026) pukul 03.00 WIB, Ari tidak menemukan Vica.
Saat itu gelisah karena sampai tinggal beberapa orang saja yang belum dievakuasi, Vica belum ditemukan.
Ari disarankan mencari ke beberapa rumah sakit rujukan di Kota Bekasi, tetapi juga tidak ada nama Vica.
Ada yang lalu menyarankan Ari untuk memeriksa RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ia bersama kakak dan pamannya langsung ke RS Polri untuk menanyakan keberadaan Vica.
"Kemarin sore hasilnya keluar, dinyatakan cocok, tapi jenazah baru bisa dibawa selepas magrib setelah pengumuman resmi kepolisian," kata dia.
Jenazah tiba di rumah duka pukul 21.00 WIB dan langsung dimakamkan di TPU Telaga Murni.
Sumber: Tribunnews.com/Warta Kota
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Vica-adalah-satu-dari-16-korban-meninggal-dunia-akibat-kecelakaan-tragis-dua-kereta.jpg)