Minggu, 7 Juni 2026

Ayin Bebas

Dosa Ayin Tak Hapus dengan Mengajar Bahasa Inggris

Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zainal Arifin Mochtar mengatakan, dosa Arthalita Suryani atau Ayin tidak bisa terhapus dengan

Tayang:
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Zainal Arifin Mochtar mengatakan, dosa Arthalita Suryani atau Ayin tidak bisa terhapus dengan hanya mengajar bahasa Inggris.

"Ayin ini kan kita tidak tahu prestasinya. Kalau hanya mengajar bahasa Inggris. Taruhlah itu prestasi tapi kan tidak bisa menghapus dosanya ketika menbobol penjara," kata Zainal saat ditemui di Galeri Cafe komplek Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (27/1/2011).

Menurutnya, ketika Ayin mendapatkan pelayanan istimewa di penjara, dirinya tidak pernah yakin bahwa itu diberikan begitu saja, pasti melalui proses suap.

"Kan itu menunjukan dia tidak tobat. Tobat dengan model-model mendapatkan sesuatu dengan uang yang dia miliki," katanya.

Zainal merasa heran kalau kemudian Ayin dicap memiliki prestasi oleh Menkumham lalu diberikas remisi dan pembebasan bersyarat.

"Artinya ada yang salah di kepala pejabat negeri ketika melihat itu sebagai suatu keberhasilan. Menurut saya jelas ada yang keliru di kepala mereka," ujarnya.

Ayin direncanakan hari ini akan menghirup udara segar di luar penjara karena akan bebas bersyarat, namun ternyata Menkumham tidak jadi memberikan kebebasan untuk Ayin.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved