Mafia Anggaran
Jaksa Putar Rekaman Pembicaraan Fahd-Zamzami
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar hasil sadapan satgas KPK terkait perbuatan terdakwa
Zamzami : jadi hubungan kita Partai kan
Fahd : iya ya.
Fahd : Abang kan bukan pejabat negara.
Zamzami : iyah jadi saya enggak ada masalah.
Fahd : kecuali saya pinjam sama bupati, itu yang gawat. Iya kan?
Fahd : abang bukan pejabat negara kan.
Zamzami : jadi gini, bilang kalau pinjam minjam kita, buat baju partai.
Fahd : udah bang. Ada baik kita kurangi bicara di telepon bang. Udah ada aturannya. Nanti gimana lagi. Disadap. baik kita ketemuan di darat. Oke bang, salam.
Dalam hubungan percakapan itu, sebelumnya, Zamzami mengaku pernah dimintai bantuan meminjamkan uang Rp 7 miliar.
Dia juga mengetahui Fahd meminjam uang itu untuk mendapatkan proyek DPID.
Ketua Kadin Aceh Besar itu juga mengaku, jika uang Rp 7 miliar itu bukan uangnya sendiri, tapi hasil patungan dirinya, pengusaha Zulbarsyah dan Taufik Reza.
"Dia (Fahd) pernah telepon Januari 2012. Intinya 'bang, gawat. Saya diperiksa KPK. Tolongin saya buatkan kwitansi pinjam meminjam yang uang itu'," kata Zamzami menirukan ucapan Fahd saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Dalam kasus ini, Fahd diduga telah memberikan sejumlah uang kepada Wa Ode Nurhayati dalam kapasitas saat itu, Anggota Banggar DPR. Pemberian dana dimaksudkan meloloskan dpid di 3 kabupaten Aceh.
Wa Ode sendiri telah divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.
- Jaksa Konfrontasi Wa Ode dan Tamsil Linrung
- Fahd, Wa Ode dan Tamsil Linrung Terlihat Akrab di Luar Sidang
- Tiga Pimpinan Banggar DPR Jadi Saksi Sidang Fahd A Rafiq
- Fahd Rafiq: Saya Tersiksa Dipenjara KPK
- Tamsil Linrung Arahkan Haris Lapor Wa Ode ke Banggar?
- Sekretaris Pribadi Wa Ode Bungkam Usai Diperiksa KPK