Rabu, 8 April 2026

50 Pekerja Anak Kerap Terima Kekerasan Seksual dari Majikan

Bahkan, para pekerja anak itu kerap mendapatkan kekerasan seksual dari majikannya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Nasional Adovokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) menilai masih banyak pekerja rumah tangga anak yang dieksploitasi oleh para majikan. Bahkan, para pekerja anak itu kerap mendapatkan kekerasan seksual dari majikannya.

Hal itu diungkapkan oleh Aida Milasari, anggota JALA PRT di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng, Jakarta, Senin (24/2/2014).

"Dari 250 anak yang menjadi pekerja rumah tangga, 50 diantaranya mengalami kekerasan seksual," kata Aida.

Aida menuturkan, JALA PRT telah sering melakukan survei terhadap pembantu rumah tangga dibawah umur tersebut. Menurutnya JALA PRT melakukan survei pada 2005, 2010 dan 2012 terhadap anak yang dijadikan pembantu rumah tangga.

"Pelecehan terhadap PRT anak itu hampir mengarah ke perkosaan. Mulai dari meraba, mencium paksa dan dipeluk oleh majikannya," tuturnya.

Lebih jauh Aida mengatakan, harusnya pemerintah lebih serius menangani anak yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang usianya masih dibawah 18 tahun. Padahal menurutnya, anak-anak itu masih dalam usia sekolah dan tidak dipaksa mencari nafkah oleh orang tuanya.

"Pemerintah punya otoritas untuk mengungkap eksploitasi anak tersebut. Pemerintah harus membuka pintu-pintu keadilan yang selama ini tertutup," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved