Polemik Saiful Mujani
Deretan Kritik Pernyataan Saiful Mujani soal Jatuhkan Prabowo, Anggota DPR hingga Aktivis
Sejumlah pihak memberikan tanggapan mengenai pernyataan pendiri lembaga penelitian dan konsultan politik SMRC, Saiful Mujani.
Ringkasan Berita:
- Pernyataan Saiful Mujani ajak konsolidasi jatuhkan Prabowo Subianto memicu kontroversi
- Anggota DPR hingga aktivis menilai seruan tersebut bertentangan prinsip demokrasi dan berpotensi makar
- Saiful Mujani angkat bicara bahwa pernyataannya hanya sikap politik, bukan makar
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah pihak memberikan tanggapan mengenai pernyataan pendiri lembaga penelitian dan konsultan politik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani yang menyinggung soal konsolidasi penggulingan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu diungkapkan Saiful Mujani dalam forum Halal Bihalal Pengamat 'Sebelum Pengamat Ditertibkan' di Beranda Utan Kayu pada Selasa, 31 Maret 2026.
Video sambutan Saiful Mujani ini juga diterbitkan di Youtube Sociocorner.
“Jadi, jangan berharap kita memberi masukan-masukan untuk dia agar lebih baik. Dan itu tidak baik juga. Cuman, untungnya, orang ini nggak akan denger gitu,” ujarnya.
Menurut Saiful, menggulingkan kepala negara lewat pemakzulan atau impeachment akan susah lantaran proses itu dilakukan oleh MPR.
Dia merasa para anggota dewan tidak bisa diharapkan. Menurut dia, alternatifnya bukan pada prosedur pemakzulan secara formal karena hal seperti itu tidak akan berjalan.
“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo?” tanya Saiful.
“Hanya itu. Kalau menasihati Prabowo, enggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan. Itu bukan menyelamatkan Prabowo, Itu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini. Terima kasih,” sambungnya.
Baca juga: Profil Saiful Mujani, Profesor dan Pendiri SMRC yang Minta Prabowo Digulingkan
Tanggapan Anggota DPR
Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, berpandangan bahwa semua pihak seharusnya tidak berupaya menjatuhkan kepala negara yang telah dipilih secara sah melalui mekanisme demokrasi.
Politisi Golkar itu menilai seruan untuk menjatuhkan presiden di ruang publik bertentangan dengan prinsip demokrasi dan dapat dikategorikan sebagai tindakan makar yang serius.
Misbakhun juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menggoyang posisi kepala negara yang telah mendapatkan mandat langsung dari rakyat.
"Di forum tadi saya bilang jangan sampai ada yang menjatuhkan Pak Prabowo," ungkap Misbakhun di Gedung Bank Mega, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, ajakan menjatuhkan presiden di ruang publik merupakan tindakan serius dan tidak sejalan dengan prinsip demokrasi.
"Menurut saya membicarakan menjatuhkan Presiden di forum terbuka dan mengajak orang adalah upaya makar yang serius," ungkapnya.