Kabinet Jokowi
Jokowi Bantah Ada Tarik Menarik Nama Menteri dengan Megawati dan JK
tarik-menarik kekuatan politik merecoki Presiden Joko Widodo dalam menyusun anggota kabinet
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo membantah ada upaya tarik menarik nama-nama menteri antara dirinya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
"Tidak ada itu. Enggak ada," kata Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di halaman Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014).
Ketika ditanya persoalan yang membuat pengumuman nama menteri dan kabinet tersendat, Jokowi hanya menjelaskan lantaran nama-nama menteri yang disodorkan, delapan diantaranya diberi tinta merah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK).
"Kami sampaikan itu kepada PPATK dan KPK. Ada delapan nama yang tidak diperbolehkan," kata Jokowi.
Sebelumnya diberitakan, tarik-menarik kekuatan politik merecoki Presiden Joko Widodo dalam menyusun anggota kabinet.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri misalnya, disebut-sebut ingin memasukkan sejumlah calon menteri, baik kader partai maupun kalangan profesional kendatipun kebersihan rekam jejaknya diragukan. Namun keinginan Presiden kelima Indonesia itu tidak semuanya berjalan mulus.
Perlawanan antara lain datang dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bukan hanya itu, antara Presiden Jokowi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun berbeda dalam menempatkan calon menteri. Keduanya masing-masing punya jago untuk mengisi posisi strategis di kabinet.
Tarik-menarik inilah salah satu penyebab pengumuman menteri terteunda dari jadwal sebelumnya Selasa pagi tertunda. Sampai hari ini Rabu (22/10/2014) siang, pengumuman struktur kebinet berikut daftar menteri belum dilakukan. Dan ini sudah dua kali mundur dari rencana semula, Senin malam. Menurut konstitusi, presiden memiliki waktu 14 hari setelah dilantik dalam menyusun kabinet.
"Ya, (pengumuman kabinet) kemungkinan hari ini," kata mantan Deputi Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, Andi Widjayanto, di Istana Merdeka, Selasa.
Andi belum mengetahui persis lokasi yang akan digunakan Jokowi untuk mengumumkan kabinetnya. Dia hanya menyebutkan bahwa hari ini Jokowi sepenuhnya berkegiatan di Istana.
Pada Senin malam lalu hingga Selasa dini hari, Jokowi memanggil sejumlah calon menterinya ke Istana Kepresidenan.
Pemanggilan para calon menteri itu dilakukan Selasa dini hari, hingga pukul 03.00 WIB. Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengaku mendapat kabar Jokowi akan mengumumkan menteri koordinator terlebih dahulu. Namun, Budiman tidak merinci Kemenko apa yang sudah terbentuk ini.
"Satu-dua hari ini memang akan diumumkan. Pengumumannya mungkin untuk di pos-pos yang sudah pasti dulu. Memang ada rencana pengumumannya bertahap," kata Budiman.
Adanya catatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pimpinan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), turut membuat rencana pengumuman nama-nama calon menteri diundur.
Jokowi menyerahkan daftar nama 43 calon menteri kepada pimpinan KPK Jumat (17/10) pekan lalu. Jokowi bertemu empat komisioner KPK yakni Ketua KPK Abraham Samad, dan tiga wakil ketua yakni Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, dan Bambang Widjojanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141022_152613_presiden-jokowi-nih4.jpg)