Menteri Susi Bermanuver, Setiap Reshuffle Selalu Isyaratkan Mundur
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali mengisyaratkan keinginan mundur dari jabatannya
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali mengisyaratkan keinginan mundur dari jabatannya. Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan angkat bicara mengenai kabar tersebut.
"Ah manuver saja itu. Setiap mau reshuffle selalu begitu," kata Daniel kepada Tribunnews.com, Minggu (1/11/2015).
Daniel hanya menitip pesan agar Susi memperjuangkan dan mewujudkan tugas dan fungsinya sebagai Menteri KKP. "Bukan sebaliknya malah menghancurkan," tutur Wasekjen PKB itu.
Mengenai hasil survei yang menempatkan Menteri Susi di peringkat teratas didalam kabinet kerja Jokowi-JK, Daniel melihat hal itu bukan kinerja sesungguhnya.
"Jangan ukur kinerja dari survei, nanti para menteri bukannya kerja tapi mikir bagaimana pencitraan saja. Kinerja harus berbasis fakta data dan fakta lapangan," ujarnya.
Ia pun mengingatkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Kementrian Kelautan dan Perikanan sesuai pasal 3 UU Perikanan yakni:
a. meningkatkan taraf hidup nelayan dan pembudidaya ikan.
b. Meningkatkan penerimaan dan devisa negara.
c. Mendorong perluasan dan kesempatan kerja.
"Nah kebijakan dia sekarang justru terbalik dari tupoksinya, kesejahteraan menurun, penerimaan devisa anjlok, pengangguran meningkat. Dan itu dilakukan dengan sengaja dan sistematis melalui kebijakan-kebijakannya," katanya.
Pernyataan Menteri Susi, adalah yang kedua kalinya diucapkan, berniat mundur dari kabinet pemerintahan Jokowi-JK.
Sebelumnya, pada September lalu, Susi Pudjiastuti mengatakan akan memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya saat ini daripada membiarkan penggunaan alat penangkap ikan (API) pukat hela (trawl) dilegalkan.
Pernyataan itu dia sampaikan di depan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
"Kalau arad (alat tangkap ikan jenis trawl) ditarik sama kapal 100-200 GT, dibawa pakai pemberat begitu, ditarik dua perahu, apalagi sepanjang 50 kilometer, seram Pak. Kalau saya diharuskan gitu, saya resign, Pak dari pekerjaan saya," ujar Susi di Kantor KKP, Senin (7/9/2015).
Kini, Susi mengungkap dengan pernyataan yang sama. Ia mengatakan tak perlu lagi berlama-lama menjadi menteri. Menteri Susi punya alasan, sudah ada perubahan kinerja kementerian di bawahnya ke arah yang lebih baik.
"Saya yakin, tidak perlu berlama-lama di KKP. Semua sudah punya dan tahu working smart, working accountable and integrity, dan itu modal utama," kata Menteri Susi.
Pada bulan Mei lalu, Menteri Susi juga sempat angkat bicara soal adanya iming-iming uang sebesar Rp 5 triliun agar dirinya mundur dari kursi menteri. Menurut Susi, orang yang menawarinya itu adalah pengusaha illegal fishing.
"Illegal fishing. Memangnya perusahaannya enggak punya pribadi," ujar Susi di Istana Kepresidenan, Rabu (13/5/2015).
Susi yang selama ini dikenal keras menindak para pelaku illegal fishing ini pun tak tergiur dengan tekanan itu. Menurut dia, banyak orang yang mau mengeluarkan uang sebesar Rp 5 triliun untuk menggeser dirinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/susi-pudjiastuti-jelaskan-penanganan-penangkapan-ilegal-fishing_20151002_175820.jpg)