Prahara Partai Golkar
Bakal Calon Ketua Umum Golkar Tunggu Putusan Rapat Pleno Soal Iuran Munas Rp 5 Miliar
Idrus Marham menghargai hasil rapat panitia penyelenggara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang meminta iuran sebesar Rp 5 mil
Penulis:
Amriyono Prakoso
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Idrus Marham menghargai hasil rapat panitia penyelenggara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang meminta iuran sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar untuk setiap kandidat.
Bakal calon ketua umum Partai Golkar tersebut mengatakan hasil tersebut tentunya harus tetap menunggu pleno DPP Partai Golkar.
"Kreasi politik yang diambil oleh SC tentang kontribusi para Caketum (Calon Ketua Umum) harus dihargai, namun tetap perlu dibahas dalam rapat pleno DPP PG (Partai Golkar) sebagai forum pengambilan keputusan," jelasnya saat dihubungi, Jakarta, Rabu (20/4/2016).
Senada dengan Idrus, Aziz Syamsuddin mengatakan belum tahu dan menunggu hasil rapat pleno DPP Golkar atas dana tersebut.
"Saya belum lihat. Karena belum pleno. Itu kan SC rapat panitia penyelenggara, masih ada pleno DPP. Nanti kita tunggu," kata Aziz.
Sebelumnya, Ketua Steering Commitee (SC) Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid menyatakan bahwa bakal calon ketua umum partai Golkar wajib menyetor Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar per kandidat.
Biaya tersebut telah disetujui dalam rapat SC yang digelar di Kantor DPP Golkar, Jakarta.
"Kami telah sepakat, jadi bakal calon akan membayar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar untuk Munaslub," katanya.