Penangkapan Terduga Teroris
Kapolri: Anggota Santoso Tinggal 26 Orang
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti membenarkan pihaknya bersama TNI terlibat baku tembak dalam Operasi Tinombala 2016 dengan kelompok Santoso
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti membenarkan pihaknya bersama TNI terlibat baku tembak dalam Operasi Tinombala 2016 dengan kelompok Santoso.
"Kemarin terjadi kontak tembak dengan sekelompok orang tidak dikenal yang diduga merupakan jaringan kelompok Santoso," ujar Jend Badrodin saat ditemui di gedung Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2016).
Dari baku tembak tersebut, satu orang yang diduga dari kelompok Santoso dinyatakan tewas.
Terkait dengan identitas orang yang tewas dalam kontak senjata antara pasuka Tinombala 2016 dengan kelompok yang diduga anggota Teroris Santoso tersebut, Badrodin mengatakan identitas orang tersebut belum diketahui.
"Kita belum tahu identitas orangnya," imbuhnya.
Kapolri menduga, kelompok Santoso kemungkinan hanya tersisa 26 orang.
"Sisanya (separatis) mungkin tinggal 26," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi kontak senjata antara pasukan Tinombala 2016 dengan kelompok tidak dikenal yang diduga jaringan Teroris Kelompok Santoso, di Desa Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan pada Minggu (24/4/2016).
Dalam operasi tersebut satu orang yang diduga merupakan anggota kelompok Santoso tewas, namun tiga orang lainnya berhasil melarikan diri.
Baku tembak juga terjadi sehari sebelumnya, di Desa Pada Lembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, pada sabtu (23/4/2016).
Sepekan terakhir ini terhitung telah terjadi dua kali kontak tembak antara pasukan Tinombala 2016 dan jaringan Santoso.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapolri-jenderal-badrodin-haiti-di-bandung_20160318_111309.jpg)