Prahara Partai Golkar
Syahrul Yasin Limpo Tolak Rp 1 Miliar Jadi Mahar Calon Ketua Umum Golkar
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menolak membayar Rp 1 miliar bila uang tersebut dijadikan mahar bagi setiap calon ketua umum Partai Golk
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menolak membayar Rp 1 miliar bila uang tersebut dijadikan mahar bagi setiap calon ketua umum Partai Golkar.
Hal tersebut diungkapkan Syarul saat menghadiri sosialisasi Panitia Munaslub Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (2/5/2016).
"Kalau mahar tidak setuju. Namanya mahar tidak setuju. Saya tidak mau jadi pemimpin dengan membayar," kata Syahrul.
Ia menegaskan penolakannya terhadap mahar politik.
Bahkan, Syahrul bersedia dicoret sebagai calon ketua umum bila harus membayar mahar.
"Namanya mahar saya nggak setuju apa pun. Silahkan coret saja. Itu bagian kesetian saya sebagai kader. Golkar harus jadi pattern budaya politik Indonesia," imbuhnya.
Mengenai pesaing, Syahrul menuturkan dirinya telah mengenal calon ketua umum lainnya.
Kiprah politik para calon ketua umum juga telah diketahuinya.
"Proses ini yang harus dilewati dengan tahapan benar. Semua harus dilevel yang sama. Jangan ada yang merasa bahwa yang bisa maju hanya dari Jakarta saja. Indonesia Sabang sampai Merauke," tuturnya.
Ia pun belum memberikan jawaban tegas apakah akan mundur dari jabatannya sebagai Gubernur bila terpilih Ketua Umum Golkar atau tidak.
"Aturannya seperti apa. Jabatannya bukan segalanya. Ketua umum bukan penting, konsolidasi dan rekonsiliasi Golkar menjadi penting," katanya.