Senin, 1 September 2025

Inilah Sosok Penyumbang Emas Monas, Nasibnya Tragis, Ia Justru Dipenjara

Sebagian masyarakat tentunya sudah tidak asing dengan Monumen Nasional (Monas).

Editor: Sugiyarto
Istimewa
Teuku Markam, penyumbang emas Monas 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagian masyarakat tentunya sudah tidak asing dengan Monumen Nasional (Monas).

Monas berdiri tegak di tengah-tengah Lapangan Merdeka, Jakarta Pusat. Pembangunan Monas mulai dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1961.

Lalu pada tanggal 12 Juli 1975 Monas mulai dibuka untuk umum. Monas memiliki tinggi 132 meter atau sekitar 433 kaki.

Monumen tersebut memang terbilang unik jika dibandingkan dengan monumen atau tugu sejenisnya yang ada di kota lain.

Sebab, di puncak monumen tersebut terdapat bongkahan emas berbentuk kobaran api.

Bongkahan emas tersebut memiliki berat sekitar 38 kilogram.

Emas itu melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Meski demikian, sampai saat ini tidak banyak orang yang mengetahui tentang sosok yang menyumbangkan emas yang berada di puncak Monas.

Sosok penyumbang emas untuk puncak Monas adalah Teuku Markam.

Teuku Markam lahir pada tahun 1925 di Seuneudon, Alue Capli, Panton Labu, Aceh Utara.

Dari 38 kilogram emas, Teuku Markam menyumbangkan emas seberat 28 kilogram emas.

Teuku Markam merupakan seorang pengusaha kaya.

Dia memiliki perusahaan bernama PT Karkam.

Saat muda, Teuku Markam memasuki dunia militer.

Tepatnya, melalui pendidikan wajib militer di Koeta Radja atau sekarang yang lebih dikenal dengan Banda Aceh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan