Jumat, 29 Agustus 2025

Mudik Lebaran 2017

Jasa Marga dan Korlantas Operasikan Detektor Kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek

"Jalan tol yang palingkritis adalah jalan tol Jakarta-Cikampek, yang menurut korlantas itu filosofinya, kalau keran dibuka alirannya deras"

Alex Suban/Alex Suban
Kepadatan kendaraan mulai terlihat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2017). Pada akhir pekan di H-8 Hari Raya Lebaran, warga mulai mudik ke kampung halaman. (Warta Kota/Alex Suban) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama PT Jasa Marga Desy Arryani menyebutkan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek sebagai ruas tol yang paling kritis pada musim mudik.

Bahkan Jasa Marga dan pihak Korps Lalu Lintas (Korlantas) RI mengistilahkan tol Jakarta-Cikampek bak keran air yang mengalirkan air deras saat dibuka.

"Jalan tol yang palingkritis adalah jalan tol Jakarta-Cikampek, yang menurut korlantas itu filosofinya, kalau keran di buka aliran deras, kayak dari Jakarta-Cikampek," papar Desy Arryani, saat ditemui di Galeri Nasional,  Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2017).

Untuk menangani kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek Jasa Marga dan Korlantas menaruh alat pendetiksi kemacetan.

Jika kemacetan sudah tidak bisa tertangani Jasa Marga akan mengirimkan laporan kepada posko Trafic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di KM 66 untuk mengarahkan pemudik secara manual ke jalan alternatif.

"Kami detail membahas dan menaruh alat-alat sensor dari Jakarta-Cikampek, kalau kepakatan sudah berbahaya, dari jasa marga yang tersambung ke TMC, langsung ke posko di  Km 66 dan polisi akan mengurai kemacetan," ucap Desy Arryani.

Selain itu, pintu masuk (entrance) di ruas tol Jakarta-Cikampek diperbanyak menjadi 20 gate sedangkan saat arus balik dibuka hingga 30 gate.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan