Pemindahan Ibu Kota Negara
Ibu Kota Indonesia Bakal Pindah ke Kalimantan
Ibu Kota Indonesia bakal berpindah lokasi. Tidak lagi berada di Pulau Jawa, Ibu Kota Republik Indonesia bakal berganti di Pulau Kalimantan.
Sementara, Jakarta akan menjadi pusat bisnis serta keuangan.
Bambang menambahkan, pemerintah akan melibatkan swasta dalam pendanaan pemindahan ibu kota Indonesia. Apalagi, Presiden Jokowi berpesan agar menggunakan anggaran negara seefektif mungkin dalam realisasi rencana ini.
"Kami akan dorong model PPP (Public Private Partnership) lah. Artinya partisipasi swasta juga kami libatkan," urainya.
"Dengan pembiayaan investasi non anggaran, kami bisa menemukan skema yang membuat pusat pemerintahan lebih efektif, dan pemerataan Jawa luar Jawa juga menjadi lebih baik," tambah dia.
Sebelumnya, Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, pemindahan ibu kota bisa menciptakan pusat ekonomi baru di Indonesia.
"Akan ada sumber magnet baru yang selama ini hanya terkonsentrasi di Jawa. Sekarang, 40 persen lebih ekonomi ada di Jawa kan," ujarnya.
Selain munculnya magnet baru ekonomi, pemindahan ibu kota juga dipastikan akan mendorong pembangunan infrastuktur di wilayah sekitarnya, termasuk di dalamnya transportasi.
Ia meyakini dengan pembangunan infrastuktur dan transportasi, biaya logistik di daerah tersebut dan sekitarnya akan lebih murah.
Akses bepergian masyarakat dari satu daerah ke daerah lain akan lebih mudah.
Meski begitu, pemindahan ibu kota bukan perkara mudah. Butuh waktu cukup lama untuk menyiapkan infrastruktur dasar penunjang pusat pemerintahan.
Infrastruktur dasar itu meliputi jalan, transportasi, air bersih, hingga energi listrik yang memadai.
"Infrastruktur dasar dulu dibangun baru kita kita bicara pemindahan ibu kota. Seharusnya begitu," kata Bima.
Bila persiapan tidak matang, maka pemindahan ibu kota justru bisa jadi masalah baru seperti kemiskinan dan kekumuhan.
Magnet ekonomi selalu menyedot banyak orang untuk datang. Bila tidak ada konsep matang soal pembangunan kota dan masyarakatnya, bukan tak mungkin kemiskinan dan kekumuhan kota itu justru meningkat.
"Kalau infrastruktur dasar belum siap, terus dibilang Ibu kota akan pindah ke sana, yang jadi malah kota itu akan jadi pusat spekulasi tanah," ucap Bima. (kps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140729_182646_jakarta-lengang-mudik-lebaran.jpg)