Selasa, 21 April 2026

Terkait Pertemuan SBY-Jokowi, Ini Kata Petinggi Partai Demokrat

Menurut Syarief Hasan pertemuan dua tokoh bangsa ini sangat bagus untuk masyarakat Indonesia.

TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10/2017). SBY menemui Jokowi secara mendadak untuk membicarakan situasi terkini bangsa, khususnya terkait Perppu Ormas yang baru saja disahkan menjadi UU. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/LAILY RACHEV 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan menegaskan Partai besutan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan tetap sebagai penyeimbang di luar koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meskipun siang tadi, Jumat (27/10/2017), terjadi pertemuan mendadak antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut di Istana Merdeka. 

"Kami tetap penyeimbang," tegas mantan Menteri Koperasi dan UKM di eras SBY ini kepada Tribunnews.com, Jumat (27/10/2017).

Selain itu menurut Syarief Hasan, pertemuan dua tokoh bangsa ini sangat bagus untuk masyarakat Indonesia. 

Cairnya komunikasi Jokowi dan SBY akan membawa stablitas politik di negeri ini.

"Pertemuan ini bagus untuk rakyat. Dan harapannya Pemerintah semakin baik 2 tahun kedepan," ucapnya. 

Baca: Bertemu Jokowi di Istana, SBY Singgung Pertemuan Lukas Enembe dengan Kepala BIN

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi Sapto Pribowo mengaku tidak banyak mengetahui apa yang menjadi topik perbincangan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab, kata Johan Budi, pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan itu dilakukan secara empat mata.
    
“Pertemuan antara dua tokoh ini berlangsung empat mata, jadi tidak ada yang mendampingi tadi,” ujar Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Johan Budi mengatakan, ia kemudian melakukan konfirmasi kepada Presiden terkait apa saja yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Jadi ini sebenarnya pertemuan silaturahmi mengenai persoalan-persoalan kebangsaan kekinian lah. memang ada topik yang dibicarakan salah satunya adalah tentang Perppu Ormas yang baru saja disahkan DPR menjadi Undang-Undang Ormas,” kata Johan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Presiden ke-6 Republik Indonesia itu dilakukan sekira pukul 14.00 WIB.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved