Mahfud MD Menikmati Dunia Medsos hingga Kicauannya Selalu Viral
Akun Twitter @mohmahfudmd mempunyai 1.791.000 followers. Setiap cuitannya selalu diviralkan oleh ribuan followernya.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Indonesia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagi pengguna media sosial (medsos) di Indonesai tentu tidak asing dengan nama Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013.
Aktif berkomunikasi dengan masyarakat melalui Twitter, WhatsApp, sampai SMS. Cuitan-cuitannya selalu menjadi viral yang masif.
Coba lihat catatan ini. Akun Twitter-nya @mohmahfudmd mempunyai 1.791.000 followers. Setiap cuitannya selalu diviralkan oleh ribuan followernya.
Bayangkan, jika 25 persen saja dari followers memviralkan cuitan Mahfud MD dan setiap follower dirata-ratakan mempunyai 5.000 followers akan menjadi berapa juta akun yang terkena viral cuitan Mahfud MD?
Apalagi dari jutaan followers Mahfud MD itu banyak juga yang mempunyai followers ratusan ribu.
"Di jagat Twitter Indonesia ada banyak tokoh yang akun twitter-nya punya follower sangat banyak, bisa mencapai ratusan ribu dan jutaan. Tapi tidak banyak yang cuitan atau omongannya bisa diviralkan secara masif," ungkap Mahfud MD khusus kepada Tribunnews.com, Minggu (26/11/2017).
Baca: Mahfud MD Lebih Fokus pada Masalah Korupsi e-KTP Ketimbang Laporan Pengacara Setya Novanto
Mahfud MD adalah satu dari yang sangat sendikit itu. Yang terbaru kita bisa melihat di Youtube, misalnya, penjelasan Mahfud MD tentang korupsi e-KTP di Program ILC, TV One, Selasa (21/11/2017) lalu.
Penjelasannya yang bernuansa akademis tetapi disampaikan secara pop dan ekspresif ditonton dan diviralkan oleh lebih dari 1.830.000 di Youtube.
Di Youtube penjelasannya tersebut diberi judul, "Dahsyat! Mahfud MD Membungkam…."
Yang memberi komentar bukan hanya dari Indonesia tapi juga dari mancanegara seperti Italia, Saudia Arabia, Australia, Mesir, dan negara-negara lain yang hampir semuanya memberi tanda like.
Bahkan ada cuitan Mahfud MD yang diviralkan oleh tidak kurang dari 5.200.000 orang.
Ketika ditanya, Mahfud menjawab, "Itu cuitan-cuitannya ditulis oleh jari-jari saya sendiri dan tidak pakai admin," kata Mahfud.
"Kalau cuitan buatan admin terlalu formalistis, tak akan diviralkan secara masif," kata dia.
Baca: Chris ONeill: Orang Korea Utara Paling Benci dengan Orang Jepang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mahfud-md-soal-setnov_20171117_122626.jpg)