Breaking News:

Pengamat Beberkan Empat Faktor Terpilihnya Airlangga Hartarto Menjadi Ketua Umum Golkar

‎Partai Golkar berhasil memilih Ketua Umum baru dengan paket hemat. Dimana telah terpilih Airlangga Hartato secara aklamasi dan mulus

TRIBUN/RIZAL BOMANTAMA
Menteri Perindustrian yang juga politisi Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saling berjabat tangan dengan Ketua Harian Golkar Nurdin Halid (dua kiri), Sekjen Golkar Idrus Marham (dua kanan), dan petinggi Golkar lainnya usai mengikuti rapat pleno Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (13/12/2017). Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar baru menggantikan Setya Novanto yang telah ditangkap KPK karena terlibat dalam korupsi e-KTP. TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA 

"Sesuai dengan hipotesis awal saya, siapa yang direstui Jokowi, maka itu lah real ketum Golkar. Pengurus dan internal Golkar tak begitu kuasa, karena begitu kuasanya dan kuatnya pengaruh Istana sehingga pengaruh Jokowi nggak bisa terbendung di Golkar," paparnya.

Faktor yang keempat kata Pangi adalah Geng UGM koneksi juga menjadi variebel ikut menentukan terpilihnya Airlangga Hartato. Beliau merupakan Alumni Universitas Gajah Mada (UGM).

Selain itu, Bapak Airlangga Hartato adalah Hartato Sastro Sunarto, Menteri Perindustrian era Soeharto, orang Solo (sintemen primordialisme) dekat juga dengan keluarga Jokowi sehingga memberikan efek yang sempurna memudahkan Airlangga Hartarto mendapat restu presiden Jokowi.

"Namun yang jelas, saya menyarankan agar Airlangga berhenti jadi menteri. Supaya fokus menyelamatkan Golkar. Tradisi politik Jokowi selama ini bahwa Ketua Umum Golkar tak boleh merangkap jabatan menteri," ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Pangi, terpilihnya Airlangga Hartato secara aklamasi patut kita apresiasi, kemampuan Golkar cepat keluar dari labirin problem internalnya dan berhasil kembali membangun solidaritas dan konsolidasi Golkar di tahun 2017 sebelum memasuki tahun istimewa 2018.

Yang jelas, pemilihan secara aklamasi terkait kebijakan penentuan ketua umum bisa diselesaikan di level elite.

Aklamasi adalah paket hemat, efektif dari segi pembiayaan, biasanya setiap Munas dan Munaslub pembiayaan membengkak (high cost), karena memobilisasi suara DPD dibarter dengan uang. Munaslub besok hanya sekedar formalitas dan agenda pengesahan kepengurusan.

"Golkar berhasil membangun habitus musyawarah mufakat (konsensus) dalam memilih nahkoda Golkar, dengan sadar dan cepat keluar dari badai konflik yang menyandera ketua umum Golkar selama ini," tandasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved