Breaking News:

Tim KNKT Diturunkan untuk Selidiki Penyebab Tenggelamnya KMP Bandeng di Perairan Loloda

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyelidiki penyebab tenggelamnya Kapal Feri KMP Bandeng di perairan Loloda

TRIBUNNEWS.COM/APFIA
Budi Setiyadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Brian Priambudi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyelidiki penyebab tenggelamnya Kapal Feri KMP Bandeng di perairan Loloda, Kabupaten Halmahera Utara.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diturunkan untuk menyelidik insiden kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry tersebut.

"Jadi tentunya nanti KNKT juga akan bersama-sama dengan saya juga akan berangkat ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan terhadap faktor penyebab sampai kapal ini bisa karang," ujar Budi Setiyadi saat konferensi pers, di Kantornya, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Baca: Masyarakat Diminta Waspada Terima Informasi dari Media Sosial Selama Tahapan Pemilu

Budi menjelaskan, sebelum berlayar KMP Bqndeng telah melengkapi berbagai dokumen perizinan.

Walaupun memiliki surat izin yang lengkap, Budi mengatakan penyelidikan tetap harus dilakukan agar dapat ditemukan faktor penyebab kecelakaan.

"Hanya kemudian apakah kecelakaan ini akibat faktor cuaca dan human eror tentunya akan dilakuka penyidikan oleh pihak KNKT bekerja sama dengan aparat hukum," ujarnya.

Baca: Ahok Luncurkan Buku, Anies: Sekarang Susah Cari Waktu Bacanya

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi pun menyerahkan kasus tersebut kepada KNKT sebagai pihak yang memiliki wewenang melakukan penyelidikan dan mencari faktor penyebab kecelakaan KMP Bandeng.

Sebelumnya, Kapal KMP Bandeng yang melakukan perjalanan dari Tobelo menuju Bitung Sulawesi Utar tenggelam di perairan Loloda, Kabupaten Halmahera, Maluku Utara, Rabu (15/8/2018).

Dari kejadian ini dari total 51 penumpang yang berada di dalam KMP Bandeng, sebanyak 46 orang telah berhasil diselamatkan.

Sementara 5 orang lainnya yang merupakan awak kapal dan penumpang masih dalam proses pencarian oleh pihak terkait.

Penulis: Brian Priambudi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved