Breaking News:

BKKBN Gaungkan Program GenRe dan Kesehatan Reproduksi di Pesantren Buntet Cirebon

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan sosialisasi kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan (PUP)

Tribunnews.com/ Ria Anatasia
Para santriwan dan santriwati mengikuti penyuluhan kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan (PUP) di pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan sosialisasi kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan (PUP) di pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018).

Melalui program Generasi Berencana (GenRe), BKKBN mengajak sekira 700 santriwan dan santriwati mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak guna menciptakan generasi muda Indonesia yang berkualitas.

"Besarnya jumlah remaja di Indonesia menjadi potensi baik jika disertai dengan kebijakan yang tepat. Kita perlu membantu remaja menghadapi masa sekarang sekaligus membantu menyiapkan masa depan mereka," kata Direktur KB Jalur Swasta Widwiono dalam sambutannya di acara tersebut.

Baca: Buntet Pesantren Sambut Baik Program Keluarga Berencana

Widwiono menyoroti sejumlah persoalan remaja, meliputi pernikahan anak, seks bebas, ancaman HIV/AIDs, hingga penyalahgunaan narkoba.

"46 persen kematian ibu melahirkan terjadi pada ibu berusia di bawah 20 tahun. Imbauan BKKBN untuk keluarga direncanakan bagi perempuan minimal di usia 21 tahun, sementara laki-laki 25 tahun," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, sekretaris Pondok Pesantren Buntet, KH Aris Ni' Matullah menyatakan dukungan terhadap program yang menurutnya bermanfaat guna menciptakan generasi yang kuat.

Baca: BKKBN: Angka Cakupan Imunisasi Nasional Naik 4 Persen

"Pondok pesantren Buntet akan siap bekerjasama dengan instansi pemerintah manapun salah satunya BKKBN untuk mendukung program-programnya, karena sudah sejak BKKBN ada kami sudah membantu mensosialisasikan programnya dan menginisiasi. Kami adakan muatan-muatan lokal terkait dengan pengetahuan kesehatan reproduksi terutama bagi santriwati," ucapnya.

Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra mengapresiasi program GenRe yang juga memberikan life-skills untuk remaja.

(dari kiri-kanan) Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Cirebon Benni Supriyarsa, Direktur KB Jalur Swasta Widwiono dan Sekretaris Pondok Pesantren Buntet KH. Aris Ni' Matullah di pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018).
(dari kiri-kanan) Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Cirebon Benni Supriyarsa, Direktur KB Jalur Swasta Widwiono dan Sekretaris Pondok Pesantren Buntet KH. Aris Ni' Matullah di pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (11/10/2018). (Tribunnews.com/ Ria Anatasia)

Salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang ada di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, LSM maupun di masyarakat untuk membantu menyiapkan masa depan.

"Atas nama Pemda Cirebon menyambut baik penyelenggaraan penyuluhan ini. Cukup beralasan, karena masa remaja merupakan masa peralihan anak ke dewasa. Banyak tantangan untuk menemukan jati diri di masa ini," demikian pernyataan Bupati Sunjaya.

"Saya mengharapkan kesungguhan dan kerja keras untuk menempatkan remaja sebagai sasaran prioritas program ini demi ciptakan remaja berperilaku sehat," tambahnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir Direktur Pengendalian Dampak Kependudukan Hitima Wardhani, Direktur Bina Ketahanan Remaja Eka Sulistia, Asisten Pemerintahan dan Kesra Kab. Cirebon, Benni Supriyarsa, dan Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Sukaryo Teguh.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved