Eksklusif Tribunnews

Hendardi: Kami Tidak Ingin Gadaikan Integritas

Misalnya, BNPT kaitannya dengan kami berusaha menghindari kemungkinan intervensi-intervensi apapun termasuk termasuk intervenso ideologis.

Hendardi: Kami Tidak Ingin Gadaikan Integritas
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Hendardi TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Hendardi blak-blakan mengenai penyeleksian calon pimpinan lembaga anti rasuah tersebut. Hendardi tengah sibuk.

Jam tidurnya berkurang. Kemudian diharuskan rapat hingga larut. Dilakukan dia lantaran tengah menyeleksi calon pimpinan KPK. Ia tidak menyangka, ditunjuk sebagai anggota panitia seleksi. Tugas berat tengah diembannya, bersama delapan anggota Panitia Seleksi lain. Berikut petikan wawancara lengkap TribunNetwork bersama Hendardi:

Bagaimana awal mula Anda ditunjuk sebagai anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?
Saya juga tidak nyangka. Dari Sektretariat Negara tiba-tiba telepon saya, tanya apakah bersedia untuk ditempatkan sebagai salah satu anggota Pansel KPK. Saya kira dalam asumsi saya, mereka sudah pakai penelitian tentang rekam jejak dan sebagainya kenapa milih saya atau yang lain.

Jadi saya iya kan waktu itu, dan bersedia. Selanjutnya beberapa hari kemudian setelah hari Kamis atau Jumat, hari Seninnya diminta datang ke Setneg untuk diberikan surat keputusannya waktu itu harusnya Pak Pratikno tapi Pak Pratikno lagi mendampingi presiden untuk ke luar kota kemudian Pak Moeldoko yang menggantikan untuk memberikan SK dan pengarahan presiden membacakan arahan presiden.

Bagaimana tingkat antusias pendaftaran komisioner KPK?
Ya kalau antusiasnya bisa kita lihat tinggi itu bisa dibuktikan dari jumlah peserta 384 belum termasuk belakangan masuk email sampai batas waktu yang ditentukan belum masuk ke kami, padahal sudah kirim. Tapi ambil angka 384 itu sudah cukup besar menurut saya.

Pada empat tahun lalu 194, kemudian diperpanjang jadi 600an tapi banyak juga job seeker pencari kerja kalau dari jumlah dan keterwakilan dari berbagai profesi saya kira mencukupi 384 unsur-unsurnya paling banyak dari dosen perguruan tinggi, advokat, dan disusul oleh korporasi BUMN, BUMG.

Baca: Petugas BNPB Ungkap Kesaksiannya Saat Tandu Peti Jenazah Sutopo Purwo Nugroho

Kemudian polisi, jaksa, hakim, mantan-mantan juga ada. Kemudian juga bahkan ada dokter lalu lain-lain yang tidak digolongkan di situ.

Baca: Demi Tangkal Korupsi, KPK Cek Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Jawa Timur

Untuk penyelesaian berkas-berkas KPK seberapa sulit? dan berapa lama butuh waktunya?
Karena segitu banyak pendaftar kan kami harus satu-satu kami teliti bagaimana riwayat pendidikannya, bagaimana riwayat pekerjaannya.

Baca: Kabinet Baru Fokus Pada Inisiatif Presiden Membangun Sumber Daya Manusia

Ada kriteria kami 15 tahun di bidang hukum atau ekonomi atau keuangan perbankan itu kita cek lagi benar tidak walaupun bisa akumulasi sifatnya. Kami cek satu-satu itu, makanya Jumat kemarin sampai jam 01.00 jam 02.00 kita kerja.

Minggu ini kita rapat terus karena tanggal 11 akan kita umumkan peserta-peserta yang lolos seleksi administratif tahapan berikutnya masukan publik tentang calon-calon yang kami umumkan yang lolos pendaftaran dari situ akan kami analisis lagi jadi ada beberapa tahapan dalam seleksinya.

Halaman
1234
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved