Kasus Makar

Eggi Sudjana Tanyakan Perkembangan SP3 Kasusnya Saat Sambangi Polda Metro Jaya

Eggi Sudjana menyambangi Polda Metro Jaya untuk bertemu penyidik menanyakan perkembangan pengajuan permohonan Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Eggi Sudjana Tanyakan Perkembangan SP3 Kasusnya Saat Sambangi Polda Metro Jaya
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Eggi Sudjana. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka dugaan makar Eggi Sudjana menyambangi Polda Metro Jaya untuk bertemu penyidik menanyakan perkembangan pengajuan permohonan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Kuasa Hukum Eggi, Alamsyah Hanafiah, mengatakan kliennya ingin mengetahui tindak lanjut SP3 yang pernah diajukan saat dirinya ditahan.

"Yang dibicarakan itu intinya tidak ada persoalan lain, hanya melihat perkembangan soal permohonan SP3 kita," ujar Alamsyah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Baca: Pengamat Sebut Belum Ada Satupun Partai Politik Bersepakat untuk Paket Pimpinan MPR

Baca: Pemberian Amnesti Untuk Baiq Nuril Dinilai Jadi Angin Segar Bagi Kesetaraan Gender di Indonesia

Baca: Polri Sebut Temuan TGPF Berkaitan dengan Barang Bukti dan Motif Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

Baca: Berikan Kemudahan Jaminan Refund Tiket Pesawat Hingga 100 Persen

Sebelumnya, surat permohonan SP3 itu dilayangkan kepada penyidik bersamaan dengan pengajuan permohonan penangguhan penahanan pada 24 Juni lalu.

Alamsyah menilai pengajuan SP3 patut dikabulkan karena penyidik dinilai tidak mempunyai alat bukti yang cukup dalam kasus makar.

Menurutnya unsur makar tidak terdapat dalam tindakan Eggi.

"Yang baru dikabulkan penangguhan penahanan. (Alasan pengajuan SP3) menurut kami karena tidak cukup dua alat bukti karena dia baru ucapan, tidak ada tindakan maupun perbuatan (makar)," tutur Alamsyah.

Eggi dan kuasa hukumnya telah bertemu penyidik.

Namun Alamsyah mengatakan para penyidik masih menunggu arahan dari Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kombes Suyudi Ario Seto.

Halaman
1234
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved