Pilkada Serentak

Demokrat Tak Akan Usung Mantan Koruptor Jadi Kepala Daerah Di Pilkada 2020

Dia tegaskan, mantan koruptor tentu akan dieliminisasi dari daftar calon nantinya.

Demokrat Tak Akan Usung Mantan Koruptor Jadi Kepala Daerah Di Pilkada 2020
YouTube Talk Show tvOne
Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Demokrat sangat setuju dengan gagasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak mencalonkan mantan koruptor sebagai calon kepala daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, kepada Tribunnews.com, Rabu (31/7/2019).

"Kami mendukung usulan tersebut. Karena itu pada pilkada tahun depan, kami partai Demokrat akan melakukan seleksi ketat terhadap calon kepala daerah yang akan diusung partai Demokrat," ujar Ferdinand Hutahaean.

Dia tegaskan, mantan koruptor tentu akan dieliminisasi dari daftar calon nantinya.

"Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) sangat komit menjaga KPK dan membantu KPK melakukan pemberantasan korupsi," tegas Ferdinand Hutahaean.

Baca: Sempat Viral, Akhirnya Satpam yang Lakukan Tebar Ranjau Paku Digiring ke Kantor Polisi

Bahkan baru minggu lalu Ketua Umum Partai Demokrat SBY membuat peraturan tentang tata cara dan mekanisme pemilihan calon kepala daerah yang akan diusung.

Peraturan itu akan menjadi pedoman bagi Demokrat untuk mengusung calon yang bersih dan loyal kepada negara serta partai.

Imbauan KPK Agar Parpol Tak Calonkan Mantan Koruptor Jadi Kepala Daerah

Penangkapan Bupati Kudus Muhammad Tamzil membuat Komisi Pemberantasan Korupsi memberi peringatan kepada partai politik untuk tak memilih bekas terpidana korupsi jadi calon kepala daerah.

Tamzil sebelumnya ditangkap KPK dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan.
"KPK kembali mengingatkan agar pada Pilkada 2020, partai politik tidak lagi mengusung calon kepala daerah dengan rekam jejak yang buruk," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di kantornya, Sabtu, 27 Juli 2019.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved